Korea Selatan Bangkit, Yoo Jae-Hoon Yakin Taegeuk Warriors Lolos dari Grup Neraka

Kemenangan dramatis Timnas Korea Selatan atas Republik Ceko pada laga perdana Grup A Piala Dunia 2026 menjadi modal penting dalam upaya mereka melangkah ke babak berikutnya.
Bermain di Estadio Akron, Guadalajara pada Jumat (12/6/2026) pagi WIB, Korea Selatan berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri tren negatif Korea Selatan yang kerap kesulitan meraih kemenangan pada laga pembuka Piala Dunia.
Pelatih kiper PSBS Biak asal Korea Selatan, Yoo Jae-hoon, menilai tiga poin pertama ini memiliki arti besar bagi perjalanan tim asuhan Hong Myung-bo di turnamen.
"Pertandingan pertama dalam setiap turnamen selalu sulit. Namun, saya pikir tim nasional Korea bermain dengan baik hari ini," ujar Yoo Jae-hoon kepada Kompas.com.
Kemenangan itu diraih dengan tidak mudah. Korea Selatan sempat tertinggal lebih dulu setelah Ladislav Krejci membawa Republik Ceko unggul pada menit ke-59.
Namun, Taegeuk Warriors menunjukkan respons cepat. Hwang In-beom menyamakan kedudukan sebelum Oh Hyeon-gyu mencetak gol penentu kemenangan yang memastikan Korea Selatan mengamankan tiga poin.
Peluang lolos kian terbuka
Persaingan di Grup A tidak bisa dianggap ringan. Korea Selatan harus bersaing dengan tuan rumah Meksiko, Republik Ceko, dan Afrika Selatan untuk memperebutkan tiket ke fase gugur.
Meski demikian, kemenangan pada laga perdana membuat posisi Korea Selatan jauh lebih menguntungkan dibandingkan para pesaingnya.
Menurut Yoo Jae-hoon, tambahan tiga poin di pertandingan pertama menjadi modal yang sangat berharga di tengah format baru Piala Dunia yang membuat setiap poin memiliki nilai penting.
"Saya rasa peluang untuk lolos sangat terbuka bagi timnas Korea. Apalagi sudah dapat tiga poin di pertandingan pertama," kata mantan anggota staf pelatih Timnas Indonesia era Shin Tae-yong tersebut.
Tantangan berikutnya akan datang saat Korea Selatan menghadapi tuan rumah Meksiko pada laga kedua Grup A. Pertandingan itu diprediksi menjadi salah satu penentu langkah Korea Selatan di turnamen.
Jika mampu kembali meraih hasil positif, peluang mereka untuk mengamankan tiket ke fase gugur akan semakin besar.
ho dan Lee Jae-sung berduel udara dengan Pavel Sulc dalam pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan vs Ceko di Stadion Guadalajara di Zapopan pada 11 Juni 2026. (Foto oleh Ulises RUIZ / AFP)
Tradisi kuat sepak bola Korea Selatan
Keberhasilan Korea Selatan tampil konsisten di Piala Dunia bukanlah sesuatu yang datang secara instan.
Negara tersebut telah menjadi salah satu langganan peserta turnamen terbesar sepak bola dunia selama lebih dari tiga dekade.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-12 Korea Selatan di putaran final dan yang ke-11 secara beruntun.
"Tidak diragukan lagi bahwa timnas Korea Selatan bersama timnas Jepang adalah negara dengan kekuatan sepak bola terdepan di Asia. Keberhasilan lolos ke Piala Dunia 11 kali secara beruntun merupakan bukti nyata akan hal itu," ujar Yoo.
Menurutnya, konsistensi tersebut masih menjadi target yang berusaha dikejar oleh banyak negara Asia lainnya, termasuk Indonesia.
Yoo menilai salah satu faktor utama keberhasilan Korea Selatan adalah sistem pembinaan usia muda yang berjalan secara berkelanjutan dan terstruktur.
"Salah satu perbedaan utama dengan Indonesia adalah bahwa sistem pembinaan dan kompetisi sepak bola usia muda di Korea Selatan telah tertata secara sistematis dan terorganisasi dengan baik," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang