Israel Murka ke Presiden Korea Selatan Usai Unggahan Videonya Jumat Kemarin

Bendera Israel.
Bendera Israel.

Israel melontarkan kritik keras terhadap Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung usai unggahannya di akun X miliknya. Seperti diketahui pada Jumat kemarin, Lee Jae Myung membagikan video yang menuding tentara Israel membunuh seorang anak Palestina dan melemparkannya dari atap.

Menyusul dengan unggahan presiden Korsel itu, Israel angkat bicara, mereka menyebut bahwa pernyataan Lee Jae Myung tidak dapat diterima dan layak dikecam.  Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Kementerian Luar Negeri Israel menilai Lee mengandalkan akun palsu dan mengangkat kembali peristiwa dari tahun 2024 yang sebenarnya sudah pernah diselidiki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pernyataan Presiden Korea, Lee Jae Myung, tidak dapat diterima dan pantas mendapat kecaman keras,” demikian isi pernyataan tersebut.

Israel juga menuding Lee telah meremehkan tragedi pembantaian orang Yahudi, terlebih disampaikan menjelang Hari Peringatan Holocaust di Israel.

Pernyataan itu juga menyebut bahwa video yang diunggah Lee disajikan seolah-olah sebagai kejadian terbaru oleh sumber-sumber yang dianggap kerap menyebarkan disinformasi anti-Israel.

Israel menambahkan, insiden tersebut terjadi dalam operasi yang disebut sebagai upaya melawan kelompok teroris, di saat para tentaranya menghadapi ancaman langsung terhadap keselamatan mereka. Kasus itu, menurut mereka, sudah diselidiki secara menyeluruh dan ditangani.

“Namun kami tidak mendengar satu kata pun dari Presiden terkait para teroris yang menjadi inti dari peristiwa ini. Kami juga tidak mendengar tanggapan apa pun mengenai serangan teror terbaru dari Iran dan Hizbullah terhadap warga Israel,” lanjut pernyataan itu.

Lee sebelumnya membagikan video di media sosial pada Jumat, yang menurutnya memperlihatkan tentara Israel menyiksa seorang anak Palestina sebelum menjatuhkannya dari atap.

Dalam unggahannya di X, Lee mengatakan penting untuk memastikan keaslian video tersebut dan menilai langkah apa yang telah diambil, sambil menekankan seriusnya tuduhan yang beredar.

“Pembunuhan di masa perang tidak berbeda dengan isu-isu yang selama ini kita soroti, seperti perbudakan paksa perempuan penghibur dan pembantaian orang Yahudi,” ujarnya.

Istilah ‘perempuan penghibur’ merujuk pada masa pendudukan Jepang di Semenanjung Korea, ketika banyak perempuan menjadi korban kekerasan oleh pasukan yang menduduki negara tersebut kala itu.

Video tersebut diunggah oleh pengguna X bernama Jvnior dengan keterangan: “REKAMAN LANGSUNG: Tentara Israel menyiksa seorang anak Palestina dan melemparkannya dari atap. Mereka menyebut diri sebagai ‘tentara paling bermoral.’”

Dalam unggahan terpisah, Lee menyebut insiden itu terjadi pada September 2024. Ia juga menambahkan bahwa Gedung Putih pernah menyebut kejadian tersebut mengganggu, sementara pihak Israel menyatakan telah melakukan penyelidikan dan mengambil langkah terkait.

Dalam pernyataan lanjutan, Lee membagikan laporan berita terkait respons Israel dan menyampaikan kekecewaannya atas pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional yang terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa kritik dari komunitas global seharusnya menjadi perhatian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Demi nilai-nilai hak asasi manusia universal dan kepentingan nasional Republik Korea, saya harus berupaya lebih keras untuk mencari langkah yang bisa saya lakukan,” ujarnya.