Greek Yoghurt vs Greek-Style Yoghurt, Ketahui Perbedaan dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ilustrasi yogurt
Ilustrasi yogurt

Dalam beberapa tahun terakhir, yoghurt jenis Greek semakin populer di kalangan masyarakat yang peduli akan kesehatan dan nutrisi. Anda mungkin sering menjumpai dua istilah yang terdengar mirip, yaitu Greek yoghurt dan Greek-style yoghurt, baik di toko bahan makanan maupun di menu kafe. 

Meski terlihat sama, keduanya memiliki perbedaan penting yang memengaruhi rasa, tekstur, serta nilai gizinya.

Memahami perbedaan antara Greek yoghurt dan Greek-style yoghurt penting, terutama bagi Anda yang mengutamakan pola makan sehat atau sedang menjalani diet tertentu. Perbedaan ini tidak hanya berpengaruh pada kandungan protein, lemak, dan gula, tetapi juga pada cara produksi dan bahan tambahan yang digunakan. 

Dengan informasi ini, Anda dapat membuat pilihan yang lebih tepat sesuai kebutuhan gizi dan preferensi rasa.

1. Proses Pembuatan

Greek Yoghurt dibuat melalui proses penyaringan whey (cairan susu) yang lebih intens dibanding yoghurt biasa. Proses ini membuat Greek yoghurt lebih kental, creamy, dan kaya protein. Biasanya, Greek yoghurt dibuat dari susu asli tanpa banyak tambahan pengental atau perasa.

Sementara itu, Greek-Style Yoghurt adalah yoghurt biasa yang diberi tambahan pengental, krim, atau bahan lainnya agar teksturnya menyerupai Greek yoghurt. Meski memiliki konsistensi kental, proses pembuatannya tidak melalui penyaringan whey secara menyeluruh sehingga kandungan protein cenderung lebih rendah.

2. Kandungan Nutrisi

Greek yoghurt umumnya memiliki kandungan protein lebih tinggi, rendah gula, dan rendah karbohidrat dibanding yoghurt biasa. Kandungan lemaknya bervariasi tergantung jenis susu yang digunakan, bisa full-fat, low-fat, atau non-fat. Protein yang tinggi membuat Greek yoghurt ideal untuk Anda yang ingin menjaga massa otot atau merasa kenyang lebih lama.

Sebaliknya, Greek-style yoghurt memiliki kandungan protein lebih rendah karena proses pembuatannya menggunakan pengental, bukan penyaringan whey. Selain itu, beberapa produk Greek-style yoghurt menambahkan gula atau perasa tambahan, sehingga kalorinya bisa lebih tinggi.

3. Rasa dan Tekstur

Greek yoghurt dikenal dengan rasa yang lebih asam dan tekstur kental alami. Sensasi creamy dan pekat ini membuatnya cocok untuk dimakan langsung, dicampur buah, atau dijadikan bahan masakan dan saus.

Greek-style yoghurt, karena diberi bahan tambahan, cenderung lebih lembut dan kurang asam. Teksturnya mirip Greek yoghurt, tetapi rasa alami dari susu tidak sekuat Greek yoghurt asli.

4. Harga dan Ketersediaan

Greek yoghurt biasanya lebih mahal karena proses penyaringannya lebih panjang dan membutuhkan lebih banyak susu. Produk ini banyak tersedia di supermarket besar dan toko bahan makanan sehat.

Greek-style yoghurt lebih terjangkau dan lebih mudah ditemukan di berbagai toko, termasuk minimarket. Namun, Anda perlu membaca label kandungan nutrisinya untuk memastikan sesuai kebutuhan.

Memilih antara Greek yoghurt dan Greek-style yoghurt sebaiknya disesuaikan dengan tujuan Anda. Jika ingin mendapatkan protein tinggi dan rasa autentik, Greek yoghurt adalah pilihan terbaik. 

Namun, jika mengutamakan harga atau tekstur lembut, Greek-style yoghurt bisa menjadi alternatif. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat lebih bijak dalam memilih yoghurt yang sesuai dengan kebutuhan gizi dan gaya hidup sehat.