Mantan Bos FAM Lempar Tudingan Sabotase Asing Soal Kasus Naturalisasi
Putra Mahkota Johor (TMJ), Tunku Ismail Sultan Ibrahim, secara terbuka mempertanyakan keputusan FIFA yang menjatuhkan sanksi kepada timnas Malaysia.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ini menilai keputusan tersebut janggal karena FIFA sebelumnya telah memberikan persetujuan atas proses naturalisasi pemain yang kini dipermasalahkan.
Dalam pernyataan blak-blakan melalui media sosial, Tunku Ismail menyoroti perubahan sikap FIFA yang tiba-tiba terkait kasus tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang dijatuhi larangan bermain. Selain itu, (FAM) juga didenda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,3 miliar.
“FIFA sudah menyetujui naturalisasi tersebut sebelumnya, jadi mengapa sekarang keputusan berubah? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ada pihak eksternal yang memengaruhi keputusan FIFA?” ujar mantan Presiden FAM periode 2017-2018 tersebut.
Kritik atas Transparansi FIFA
TMJ menyebut hukuman yang diberikan FIFA tidak disertai dengan alasan yang jelas. Ia menilai kurangnya transparansi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait kredibilitas badan sepak bola dunia tersebut.
Lebih lanjut, Tunku Ismail mengecam sikap FIFA yang langsung mengumumkan sanksi sebelum proses banding selesai.
Menurutnya, langkah itu tergolong terburu-buru dan tidak adil.
Dalam pernyataannya, ia juga melontarkan pertanyaan bernada sindiran, “Siapa yang ada di New York?”, yang diduga merujuk pada pertemuan atau pembicaraan tertentu yang mungkin memengaruhi keputusan tersebut di sela-sela Sidang PBB.
Sebelumnya, ia sempat mengunggah beberapa tangkapan layar yang mengandung foto-foto pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden FIFA Gianni Infantino terkait hubungan Israel-AS, juga tangkapan layar aksi sumbangan Johor ke Palestina, dan terakhir foto Infantino dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sedang tersenyum lebar.
Namun, hanya 30 menit kemudian, foto tersebut sudah dihapus dari akun resmi yang punya 223 ribu pengikut tersebut.
Dorongan Banding FAM
TMJ mendorong FAM untuk segera menyiapkan banding atas keputusan FIFA.
Ia mengklaim memiliki dokumen dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaysia yang dapat mendukung keabsahan status para pemain naturalisasi.
“Kami harus bertarung. Kami harus berani karena benar,” tulisnya dalam penutup pernyataan, menegaskan bahwa FAM harus berjuang karena berada di pihak yang benar.
Sanksi FIFA dijatuhkan kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia: Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Héctor Alejandro Hevel Serrano.
Ketujuhnya dinyatakan melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait penggunaan dokumen palsu.
Mereka dijatuhi larangan bermain selama 12 bulan dari semua aktivitas sepak bola serta denda sebesar 2.000 franc Swiss per pemain.
Selain itu, FAM turut didenda atas dugaan pengajuan dokumen palsu yang memungkinkan para pemain ini tampil dalam kemenangan Malaysia 4-0 atas Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia AFC 2027.
FAM sendiri punya waktu 10 hari untuk melancarkan banding.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.