Tanggapan Bos JDT Tunku Ismail Terkait Sanksi FIFA untuk FAM

Malaysia, Johor Darul Takzim, sanksi FIFA, pemain naturalisasi, FIFA, skandal naturalisasi timnas malaysia, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, Tanggapan Bos JDT Tunku Ismail Terkait Sanksi FIFA untuk FAM

Bos Johor Darul Takzim (JDT), Tunku Ismail Sultan Ibrahim, kembali menjadi perhatian publik usai munculnya sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Keputusan FIFA pada 26 September 2025 menjatuhkan denda sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,3 miliar kepada FAM.

Ada dugaan bahwa FAM melakukan pemalsuan dokumen untuk pendaftaran tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia untuk laga kontra Vietnam pada 10 Juni 2025 lalu.

FIFA juga menghukum tujuh pemain naturalisasi tersebut dengan larangan aktivitas sepak bola selama 12 bulan.

Sehari setelah keputusan diumumkan, Tunku Ismail menyampaikan pendapatnya melalui media sosial terkait sanksi FIFA atas kasus skandal naturalisasi Timnas Malaysia.

Mantan Presiden FAM itu menegaskan ketidakpuasan terhadap FIFA yang dinilai tidak konsisten dengan persetujuan dokumen sebelumnya.

"FAM telah mengikuti proses tersebut dan bekerja sama dengan FIFA & Pemerintah Malaysia," tulis Tunku Ismail Sultan Ibrahim, melalui akun X resminya.

Ia juga mempertanyakan alasan perubahan sikap federasi dunia. 

"FIFA juga telah menyetujui hal ini sebelumnya, tetapi mengapa keputusannya berubah sekarang? Apa yang terjadi sehingga tiba-tiba muncul keputusan seperti ini?" ungkapnya.

Dugaan Ada Pihak Luar Pengaruhi Keputusan

Malaysia, Johor Darul Takzim, sanksi FIFA, pemain naturalisasi, FIFA, skandal naturalisasi timnas malaysia, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, Tanggapan Bos JDT Tunku Ismail Terkait Sanksi FIFA untuk FAM

Putra Mahkota Johor (TMJ), Tunku Ismail Sultan Ibrahim, berpose dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada suatu pertemuan di DOha, Qatar, pada Desember 2024.

Dalam pernyataannya, Tunku Ismail menduga ada campur tangan pihak eksternal yang memengaruhi FIFA.

Ia menyinggung sosok di New York yang bisa berbicara langsung dengan federasi dunia.

Publik lantas mengaitkan hal tersebut dengan pertemuan Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

"Adakah pihak eksternal yang terlibat dalam memengaruhi keputusan FIFA?" tulisnya.

"Pertanyaan lainnya, hukuman dijatuhkan tanpa memberikan alasan atas keputusan tersebut," tambahnya.

Seruan Ismail untuk FAM

Tunku Ismail menyatakan harapannya agar FAM segera mengajukan banding atas keputusan FIFA.

Ia menegaskan tidak gentar menghadapi sanksi yang dijatuhkan.

"Kami tidak takut dan ingin menyampaikan kepada individu-individu yang khawatir tentang kebangkitan Macan Malaya. Kami akan melawan. Berani karena itu benar," tegas Tunku Ismail.

Selain itu, tujuh pemain yang terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen juga dijatuhi denda individu sebesar CHF 2.000 atau sekitar Rp41 juta.

Hukuman ini menambah sorotan terhadap skandal naturalisasi Timnas Malaysia yang kini menjadi perhatian regional.

Tunku Ismail Sultan disebut-sebut sebagai sosok berpengaruh dalam proses naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Malaysia.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.