Bos AirAsia Tony Fernandes Didukung Jadi Presiden Baru FAM
Presiden Paralympic Council of Malaysia, Megat D Shahriman Zaharudin, menyatakan dukungannya kepada pendiri AirAsia, Tony Fernandes, untuk menjadi presiden FAM.
Megat menilai tokoh dari sektor korporasi memiliki pengalaman penting dalam proses restrukturisasi organisasi seperti FAM.
Menurutnya, kemampuan Tony Fernandes tersebut dapat membantu membangun kembali kepercayaan terhadap federasi sepak bola Malaysia atau FAM.
"Saya pikir kombinasi portofolio Fernandes dan fakta bahwa ia juga terlibat dalam olahraga di Inggris akan menjadi hal yang hebat," katanya, dilansir dari New Straits Times, Senin (9/3/2026).
"Saya ingin bekerja dengan orang-orang berdasarkan prestasi," imbuhnya.
Dukungan itu muncul di tengah situasi sulit dalam tata kelola sepak bola Malaysia setelah berbagai persoalan hukum dan administrasi pada beberapa waktu terakhir.
Dampak Kasus Naturalisasi Pemain
Situasi tersebut berkaitan dengan putusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait kasus naturalisasi pemain Timnas Malaysia.
Pengadilan tersebut menguatkan sanksi dari FIFA terhadap tujuh pemain. Mereka dinilai menggunakan dokumen tidak sah saat proses naturalisasi untuk membela tim nasional.
Timnas Malaysia mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Vietnam pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Rabu (12/6/2025) malam
Tujuh pemain tersebut adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, serta Facundo Garces.
Ketujuh pemain tersebut menerima skorsing selama 12 bulan. Selain itu, Federasi Sepak Bola Malaysia juga dikenai denda sebesar CHF350.000.
Reformasi Tata Kelola Sepak Bola Malaysia
Megat menilai pengalaman dunia korporasi dapat membantu mengatasi berbagai hambatan struktural dan keuangan dalam organisasi olahraga.
"Kami melakukan ini setiap hari. Kami membeli perusahaan, kami menjual perusahaan, kami mengecilkan perusahaan dan mengelola kepailitan. Jadi kami tahu bagaimana menangani utang dan restrukturisasi," katanya.
Ia juga menyebut proses evaluasi tata kelola federasi sepak bola Malaysia sedang berlangsung bersama AFC.
Menurutnya, situasi tersebut membuka peluang untuk melakukan perbaikan dalam struktur organisasi.
"Sejujurnya, saya pikir ini adalah waktu yang tepat bagi kami untuk masuk," katanya.
Megat menambahkan bahwa perubahan tetap perlu menghormati peran asosiasi sepak bola negara bagian.
"Yang terpenting adalah mendapatkan kepercayaan dari FA. Kami tidak mengambil hak mereka, kami bekerja sama dengan mereka," katanya.
"Tugasnya besar, tetapi penggemar Malaysia pantas mendapatkan yang lebih baik, dan kita harus membangun kembali reputasi negara."
Laporan media menyebut Tony Fernandes siap mengambil peran sebagai presiden baru FAM setelah pengunduran diri massal pimpinan organisasi tersebut pada Januari lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang