Real Madrid Vs Benfica: Courtois Serang Mourinho soal Kasus Vinicius
Thibaut Courtois mengkritisi Jose Mourinho soal reaksinya terhadap dugaan tindakan rasialisme Gianluca Prestianni kepada Vinicius Junior pada laga leg pertama play-off Liga Champions.
Benfica asuhan Jose Mourinho akan bertamu ke markas Real Madrid pada leg kedua play-off Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu pada hari Rabu (25/2/2026) atau Kamis (26/2/2026) dini hari pukul 03.00 WIB.
Aroma persaingan kedua tim di Santiago Bernabeu bakal terasa kian panas jika menilik apa yang terjadi pada jumpa pertama.
Gianluca Prestianni diduga melontarkan hinaan rasis kepada Vinicius Jr dalam laga Benfica vs Real Madrid di Stadion Da Luz pada hari Selasa (17/2/2026).
Vinicius Junior merasa jadi korban rasialisme tak lama setelah dirinya mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan yang mengantar Real Madrid menang 1-0 di markas Benfica.
Mourinho pun memberi tanggapan soal kejadian tersebut yang kemudian memicu reaksi negatif dari mantan bintang sepak bola dunia, dari Wayne Rooney hingga Clarence Seedorf.
Komentar Mourinho soal Insiden Vinicius
Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, berbicara dengan pelatih kepala SL Benfica, Jose Mourinho, setelah mendengar hinaan rasis pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.
Saat itu, Mourinho mengungkap bahwa Benfica bukanlah klub rasis dan memiliki legenda yang berkulit hitam dalam diri Eusebio.
“Seharusnya itu menjadi momen paling gila dalam pertandingan, gol luar biasa dalam pertandingan yang bagus," ujar Mourinho.
"Para pemain berbakat ini mampu melakukan hal-hal indah seperti itu, tetapi sayangnya dia (Vinicius) tidak hanya senang mencetak gol menakjubkan itu dan kemudian pertandingan berhenti."
"Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat," imbuh Mourinho.
Jelang pertandingan menghadapi Benfica, kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, pun berkomentar terkait hal yang menimpa Vinicius tersebut.
Kritik Courtois untuk Mourinho
Menurut Courtois, dilansir dari Football Espana, Vinicius sudah melakukan tindakan yang benar dengan tidak mogok bermain usai diduga mendapatkan ucapan rasis dari Prestianni.
Courtois juga tak memedulikan ucapan Mourinho dan mengungkap bahwa wajar saja seorang pelatih membela klubnya.
“Tapi saya merasa terganggu karena selebrasi Vinicius digunakan untuk menyerangnya. Itu mengecewakan," ujarnya.
"Karena ketika Real Madrid kebobolan, ejekannya dua atau tiga kali lipat lebih besar. Itu sudah terjadi, dan kita harus melupakannya."
"Itu sudah terjadi, dan kita tidak bisa membenarkan dugaan tindakan rasisme hanya karena sebuah selebrasi," imbuh Courtois.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang