Oracle Cs Dipastikan Ambil Alih Algoritma TikTok di AS
Perusahaan teknologi Oracle dan perusahaan lain yang tergabung dalam suatu konsorsium, belum lama ini dilaporkan akan "mengambil alih" bisnis TikTok di Amerika Serikat.
Laporan ini seolah membuka titik terang bagi TikTok yang didesak mematuhi undang-undang Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act. UU ini mewajibkan ByteDance (induk TikTok) menjadikan TikTok perusahaan mandiri di AS atau menjualnya ke perusahaan non-China (divestasi).
Kini laporan itu dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih dalam panggilan telepon dengan wartawan setempat pada Senin (22/9/2025) waktu AS.
Menurut pejabat tersebut, ketika kesepakatan terkait bisnis TikTok di AS rampung, maka kendali media sosial itu akan beralih ke perusahaan patungan yang berbasis di AS, yakni Oracle cs.
Selain Oracle, konsorsium itu juga mencakup firma investasi Silver Lake, serta perusahaan-perusahaan AS dan global yang telah berinvestasi di induk TikTok, ByteDance. Selain itu, ada pula investor baru, walaupun rinciannya tidak dijabarkan.
Dia juga menyatakan bahwa konsorsium itu akan dimiliki oleh mayoritas investor AS dan dijalankan oleh dewan direksi yang juga sebagian besar diisi oleh orang Amerika.
Mengacu pernyataan Presiden AS Donald Trump pada pekan lalu, beberapa eksekutif teknologi dan media seperti Michael Dell, Lachlan dan Rupert Murdoch, kemungkinan termasuk dalam konsorsium tersebut.
Donald Trump saat menjadi calon presiden Amerika Serikat, ketika dikeliling agen Dinas Rahasia AS dalam kampanye di Santander Arena, Reading, Pennsylvania, 4 November 2024.
Terkait pembagian kepemilikan sahamnya, ByteDance sebagai induk TikTok akan mempertahankan kurang dari 20 persen. Sementara itu, persentase kepemilikan konsorsium belum final.
Walau sudah dikonfirmasi, kesepakatan di atas belum rampung sepenuhnya, karena masih perlu menunggu sejumlah persetujuan dari China. Namun, pemerintah AS optimistis bahwa kesepakatan pengendalian TikTok di negaranya itu bakal sesuai harapan.
"Kami yakin 100 persen bahwa kesepakatan tercapai," kata White House Press Secretary, Karoline Leavitt, dikutip KompasTekno dari CNN, Rabu (24/9/2025).
Dia juga menambahkan bahwa kesepakatan itu kemungkinan ditandatangani dalam beberapa hari lagi.
Adapun Trump dijadwalkan meneken perintah eksekutif yang menyatakan bahwa kesepakatan itu merupakan divestasi yang memenuhi syarat, sebagaimana diatur undang-undang.
Presiden AS ke-47 itu, menurut pejabat Gedung Putih, juga akan memperpanjang deadline bagi TikTok untuk mematuhi UU AS, selama 120 hari.
Algoritma akan disesuaikan
Ekstensi ini ditujukan agar dokumen dan persetujuan regulasi terkait kesepakatan bisnis TikTok di AS dapat dirampungkan sepenuhnya.
Berdasarkan kesepakatan itu, Oracle cs juga akan menerima salinan kode algoritma TikTok dari ByteDance. Oracle selanjutnya bakal meninjaunya dan melatih ulang algoritma itu untuk disesuaikan dengan pengguna AS.
Konsorsium ini juga akan terus memantau bagaimana konten dikirimkan pengguna. Namun belum dapat dipastikan apakah pernjanjian itu akan meminta pengguna di AS mengunduh aplikasi TikTok baru atau tidak.
Laporan Wall Street Journal pada pekan lalu menyebutkan bahwa pengguna domestik akan diminta untuk beralih ke aplikasi baru. Sebab, aplikasi baru TikTok konon sudah dikembangkan dan sedang diuji coba.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.