Oracle Cs Ambil Alih Bisnis TikTok di AS demi Tak Diblokir?

oracle, Aplikasi, TikTok, ByteDance, tiktok as, Oracle Cs Ambil Alih Bisnis TikTok di AS demi Tak Diblokir?

Drama TikTok di Amerika Serikat tampaknya mendekati babak akhir. Bisnis media sosial ini untuk pasar AS, dilaporkan akan dikendalikan oleh konsorsium yang mencakup perusahaan teknologi Oracle, firma investasi Silver Lake dan Andreessen Horowitz.

Seorang sumber dalam yang tidak diungkap identitasnya mengatakan pada outlet media Wall Street Journal, bahwa langkah ini merupakan bagian dari kerangka kesepakatan yang tengah dirampungkan oleh pemerintah AS dan China.

Pembicaraan soal kesepakatan ini berlangsung di Madrid, Spanyol pekan ini dan disebut memasuki tahap intensif.

Bila kesepakatan ini benar-benar terjadi, akan tecipta entitas baru yang berperan mengoperasikan TikTok di AS. Entitas ini akan memiliki dewan direksi yang didominasi orang AS, di mana salah satunya dipilih langsung oleh pemerintah.

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa investor AS akan menguasasi sekitar 80 persen saham entitas baru. Ini termasuk investor ByteDance eksisting saat ini, seperti Susquehanna International, KKR dan General Atlantic. Sementara China hanya mendapat kepemilikan sekitar 20 persen.

Ketika TikTok AS resmi terlahir kembali lewat entitas anyar, pengguna domestik akan diminta untuk beralih ke aplikasi baru, yang konon sudah dikembangkan dan sedang diuji coba.

Aplikasi TikTok AS juga akan dilengkapi algoritma rekomendasi konten yang didesain ulang, tetapi tetap berbasis teknologi yang dilisensikan dari induk TikTok, ByteDance.

Terlepas dari bocoran itu, detail final kesepakatan terkait TikTok ini masih bisa berubah.

Presiden AS, Donald Trump sendiri sudah dijadwalkan untuk membahas TikTok bersama Presiden China Xi Jinping pada Jumat pekan ini.

"Kami telah mencapai kesepakatan tentang TikTok. Saya sudah bersepakat dengan China. Saya akan berbicara dengan Presiden Xi pada Jumat untuk mengonfirmasi semuanya," kata Trump di luar Gedung Putih pada Selasa (16/9/2025), dikutip KompasTekno dari WSJ.

Artinya, detail lain terkait nasib TikTok di AS seharusnya akan terungkap sebentar lagi.

Nyawa TikTok di AS terselamatkan lagi

Trump kembali memberikan nafas bagi TikTok di AS. Seharusnya, tenggat waktu TikTok hanya sampai tanggal 17 September 2025. Sebelum tanggal tersebut, TikTok harus menjual bisnisnya (divestasi) ke perusahaan AS atau akan diblokir.

Namun, sebelum tanggal 17 September, Trump kembali menandatangani perpanjangan waktu bagi TikTok agar batal diblokir di Negeri Paman Sam.

Berdasarkan aturan baru, TikTok diberikan perpanjangan waktu hingga 16 Desember 2025 untuk mematuhi UU AS itu. Ini merupakan keempat kalinya bagi AS meneken perpanjangan waktu bagi TikTok.

oracle, Aplikasi, TikTok, ByteDance, tiktok as, Oracle Cs Ambil Alih Bisnis TikTok di AS demi Tak Diblokir?

Presiden AS Donald Trump. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump ancam kenakan tarif tambahan bagi negara yang terapkan pajak digital.

Deadline pertama ditetapkan oleh Kongres AS per 19 Januari 2025, tetap sehari sebelum Trump disumpah menjadi presiden AS untuk kedua kalinya.

Trump lantas memberikan perpanjangan waktu yang ditetapkan pada Januari 2025 lalu dengan tenggat terakhir per 5 April 2025. Tepat sehari sebelum tenggat tersebut berlaku, Trump memberikan waktu ekstra selama 75 hari yang berakhir sekitar pertengahan Juni 2025.

Deadline ketiga itu juga ditunda lagi dan diperpanjang hingga 17 September 2025.

Dengan begitu, perpanjangan waktu yang diteken kali ini merupakan keempat kalinya bagi AS.

Perpanjangan waktu keempat kalinya ini diteken setelah adanya kerangka kesepakatan antara AS dan China terkait bisnis TikTok yang bakal dikelola oleh konsorsium AS tadi, sebagaimana KompasTekno rangkum dari CNBC, Rabu (17/9/2025).

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.