Daftar Pemilik TikTok di AS
Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan China untuk tetap mengoperasikan platform media sosial itu di AS.
Ia menyebut bahwa aset aplikasi milik ByteDance Technology tersebut akan dialihkan kepada pemilik yang berasal dari AS, dengan dalih demi keamanan negeri Paman Sam.
Menurut laporan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 17 September 2025, ByteDance Technology, selaku pemilik TikTok, akan tetap menjadi pemegang saham tunggal terbesar dengan porsi 19,9 persen, atau tepat di bawah ambang batas 20 persen.
Sementara itu, 79,9 persen kepemilikan akan dipegang oleh konsorsium investor yang mencakup pemegang saham lama ByteDance Technology seperti Susquehanna International Group (SIG), General Atlantic, dan KKR, serta investor baru termasuk Andreessen Horowitz.
Perusahaan teknologi AS Oracle juga diperkirakan akan mengambil bagian, bersama Silver Lake yang dilaporkan siap berinvestasi. Model ini akan menjadikan TikTok sebagai entitas baru berbasis di AS, dengan mayoritas kepemilikan dan pengendalian berada di tangan investor AS.
Sumber Gedung Putih menyebut bahwa entitas baru TikTok di AS akan memiliki dewan direksi yang mayoritas berasal dari negeri Paman Sam, dengan satu kursi ditunjuk langsung oleh pemerintah AS.
Mekanisme ini meniru kesepakatan sebelumnya antara pemerintahan Donald Trump dengan Nippon Steel saat mengakuisisi U.S. Steel, termasuk penerapan “Golden Share” yang memberi hak istimewa kepada pemerintah.
Pengumuman kesepakatan ini datang sehari sebelum batas waktu divestasi pada 17 September. Namun, Gedung Putih memutuskan untuk memperpanjang tenggat hingga 16 Desember 2025, memberi ByteDance tambahan 90 hari untuk menyelesaikan transaksi kompleks ini.
Langkah ini menandakan bahwa meskipun kerangka kesepakatan telah ada, proses finalisasi masih membutuhkan waktu. Sebagai bagian dari kesepakatan, Oracle akan tetap menjadi mitra cloud resmi TikTok, serta berperan dalam pengawasan isu keamanan nasional.
Finalisasi kesepakatan dijadwalkan pada Jumat, 19 September 2025, antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping melalui panggilan telepon, yang akan memastikan komitmen kedua belah pihak.