Pemegang Saham TikTok di AS: 1 Kursi Ditempati ByteDance, 6 Lainnya Siapa yang Isi

TikTok.
TikTok.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku jika dirinya bersama Presiden China Xi Jinping membuat kemajuan dalam perjanjian TikTok dan akan bertemu langsung pada enam minggu ke depan di Korea Selatan.

AS dengan China masih tarik ulur soal kesepakatan TikTok. Kabar yang sedang berkembang menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi AS akan mengendalikan algoritma TikTok serta memegang mayoritas kursi di dewan untuk mengawasi operasionalnya di negeri Paman Sam.

Kongres AS meloloskan undang-undang yang menyerukan larangan TikTok berlaku pada Januari 2025, tetapi Presiden Donald Trump telah berulang kali menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan TikTok tetap beroperasi di negaranya, sementara pemerintahannya berupaya mencapai kesepakatan agar ByteDance Technology menjual operasionalnya di AS.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan raksasa teknologi Oracle akan bertanggung jawab atas data dan keamanan aplikasi tersebut, dan warga AS akan mengendalikan enam dari tujuh kursi dewan yang direncanakan. Oracle tidak menanggapi permintaan komentar.

"Kita punya patriot Amerika hebat yang membelinya (TikTok) — orang-orang yang sangat bermartabat, orang-orang yang mencintai negara ini. Sementara mereka (China) sangat cerdas secara teknologi. Saya tahu mereka tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada TikTok," kata dia, seperti dikutip dari The Korea Herald, Minggu, 21 September 2025.

Algoritma TikTok mendorong apa yang dilihat pengguna di aplikasi. Para pejabat AS telah memperingatkan bahwa algoritma tersebut rentan terhadap manipulasi oleh otoritas China, yang dapat menggunakannya untuk membentuk konten di platform dengan cara yang sulit dideteksi.

"Kami 100 persen yakin bahwa kesepakatan telah tercapai. Sekarang kesepakatan tersebut hanya perlu ditandatangani dan tim dari kedua negara sedang bekerja sama untuk mewujudkan hal tersebut," tutur Leavitt.

Ia juga mengatakan jika Donald Trump menyadari perlunya melindungi privasi dan data warga AS sekaligus menjaga aplikasi ini tetap terbuka, dan menambahkan kalau TikTok adalah bagian penting dari proses demokrasi di AS.

"Sekarang kita hanya perlu kesepakatan ini ditandatangani bersama. Dan itu akan terjadi, yang saya perkirakan, dalam beberapa hari mendatang," tegas Leavitt.