Sosok Kunci Iran Tewas Diserang AS-Israel, Jenderal IRGC Ambil Alih Peran Strategis di Balik Negosiasi

Mohammad Bagher Zolghadr Ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran
Mohammad Bagher Zolghadr Ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran

 Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki fase berbahaya setelah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel menewaskan salah satu tokoh penting keamanan nasional Iran. Peristiwa ini bukan hanya memperkeruh konflik kawasan, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas global, termasuk sektor energi dan ekonomi dunia yang sangat sensitif terhadap dinamika di kawasan tersebut.

Pemerintah Iran bergerak cepat mengisi kekosongan strategis tersebut. Presiden Masoud Pezeshkian melalui jajarannya resmi menunjuk Mohammad Bagher Zolghadr sebagai pengganti Ali Larijani di posisi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC). Pengumuman ini disampaikan oleh deputi komunikasi presiden melalui platform X pada Selasa, 24 Maret 2026 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SNSC merupakan institusi vital yang mengoordinasikan kebijakan keamanan dan luar negeri Iran. Dewan ini dipimpin langsung oleh presiden dan diisi oleh para petinggi militer, intelijen, serta perwakilan dari pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Pengamat menilai penunjukan Zolghadr menunjukkan arah baru dalam struktur kekuasaan Iran. Al Jazeera dalam laporannya menyebut bahwa keputusan ini mengindikasikan upaya memperkuat dominasi militer dalam pengambilan kebijakan strategis.

Laporan Al Jazeera menilai bahwa penunjukan Zolghadr mencerminkan upaya kepemimpinan Iran untuk memperkuat unsur militer dalam struktur keamanan nasional. Media tersebut juga menyoroti bahwa setiap proses negosiasi ke depan kemungkinan besar harus melalui persetujuan Zolghadr sebelum keputusan dapat disahkan.

Latar Belakang Militer Kuat

Zolghadr bukan sosok baru di lingkar kekuasaan Iran. Ia memiliki rekam jejak panjang di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elite yang memiliki pengaruh besar dalam politik dan keamanan negara tersebut.

Karier militernya dimulai sejak perang Iran-Irak pada era 1980-an. Setelah itu, ia menanjak menjadi Kepala Staf Gabungan IRGC selama delapan tahun, sebelum menjabat Wakil Panglima selama periode yang sama.

Pada 2005, di era Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Zolghadr ditunjuk sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri bidang keamanan dan kepolisian. Penunjukan tersebut kala itu dianggap sebagai langkah memperkuat pengaruh IRGC dalam ranah politik sipil.

Sejak 2023, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kebijakan (Expediency Council), lembaga strategis yang berperan sebagai penengah dalam konflik kebijakan antar lembaga negara dan penasihat bagi pemimpin tertinggi Iran.

Dampak Politik dan Negosiasi

Penempatan Zolghadr di posisi kunci SNSC diyakini akan memperkuat peran militer dalam setiap keputusan strategis, termasuk dalam potensi negosiasi internasional. Hal ini menjadi krusial di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat.

Presiden AS, Donald Trump, bahkan mengklaim tengah berkomunikasi dengan sosok penting di Iran, sembari memperpanjang tenggat waktu selama lima hari terkait ancaman serangan terhadap fasilitas energi Iran.

Namun, Iran membantah adanya proses negosiasi. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan yang berlangsung.

“Tidak ada negosiasi. Pernyataan Trump hanya upaya untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak,” tegasnya.

Kondisi internal Iran juga tengah menjadi sorotan. Mojtaba Khamenei disebut belum tampil di publik sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan wafat akibat serangan sebelumnya.

Ketidakpastian ini menambah kompleksitas situasi politik Iran, sekaligus meningkatkan kekhawatiran global terhadap arah kebijakan negara tersebut ke depan. Sementara itu, kematian Ali Larijani dalam serangan udara pekan lalu menjadi pukulan besar bagi elite politik Iran. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh sipil paling berpengaruh dalam sistem pemerintahan negara tersebut.

Mohammad Bagher Zolghadr Ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran

Penunjukan Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran bukan keputusan mendadak tanpa konteks.

Dikutip media Iran Wana, Pemerintah Iran menegaskan bahwa pengangkatan tersebut telah melalui persetujuan pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei, serta ditetapkan langsung melalui dekret Presiden Masoud Pezeshkian.

Deputi Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Seyed Mehdi Tabatabaei, mengumumkan keputusan tersebut. Sebelum menduduki jabatan strategis ini, Zolghadr diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kebijakan (Expediency Council), sebuah lembaga penting yang berfungsi menjembatani perbedaan kebijakan antar institusi negara sekaligus memberi nasihat kepada pemimpin tertinggi.

Penunjukan ini juga tidak bisa dilepaskan dari sosok pendahulunya, Ali Larijani, yang tewas dalam konflik yang disebut sebagai “Perang Ramadan”. Larijani dikenal sebagai figur sipil berpengaruh yang memainkan peran penting dalam menghadapi tekanan eksternal, terutama dari Amerika Serikat.

Dalam berbagai pernyataannya sebelum tewas, Larijani menunjukkan sikap tegas terhadap konflik yang berlangsung. Ia bahkan menegaskan bahwa Iran siap menghadapi perang jangka panjang, menandakan kesiapan negara tersebut untuk menghadapi eskalasi berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, Larijani juga aktif melawan narasi yang berkembang di tingkat global. Dalam salah satu kesempatan di sela peringatan Hari Quds, ia menyindir Presiden AS, Donald Trump, dengan menyatakan bahwa tekanan terhadap Iran justru akan memperkuat tekad rakyatnya.

Pernyataan dan perannya dalam menghadapi perang disebut-sebut menjadi salah satu alasan mengapa ia masuk dalam daftar target pembunuhan, sebelum akhirnya tewas dalam serangan udara yang mengguncang struktur kekuasaan Iran.