Mampu Prediksi Umur Simpan hingga Deteksi Logam Berat, Ini Teknologi yang Naik Daun di Industri Pangan
Peningkatan persyaratan keamanan pangan, baik dari regulator domestik maupun pasar ekspor, membuat produsen meninjau ulang metode pengawasan mutu yang selama ini digunakan.
Perubahan preferensi konsumen dan kebutuhan ketertelusuran data turut mempercepat adopsi teknologi analitik yang dianggap lebih mampu memberikan hasil konsisten dan terstandar.
Pada penyelenggaraan SIAL Interfood 2025, teknologi pengujian laboratorium menjadi salah satu area yang banyak mendapat perhatian pelaku industri. Salah satu penyedia layanan yang menampilkan sistem pengujian berbasis analitik komprehensif adalah Alvalab, yang memperkenalkan layanan mulai dari deteksi logam berat, pemeriksaan mikrobiologi, hingga prediksi umur simpan menggunakan metode akselerasi.
Perusahaan tersebut juga menyampaikan rencana untuk menambah layanan analisis residu pestisida pada tahun depan. Kehadiran berbagai teknologi pengujian ini menunjukkan meningkatnya minat industri terhadap fasilitas laboratorium yang mampu memenuhi standar global.
Alvalab menyampaikan bahwa peningkatan infrastruktur dan metodologi dilakukan untuk mengimbangi kebutuhan tersebut.

Managing Director Alvalab, Billy Laurence, mengatakan bahwa peningkatan akurasi dan ketertelusuran menjadi fokus perusahaan. “Kami menerapkan metodologi terkini, mengikuti berbagai proficiency testing, dan memastikan setiap hasil analisis memenuhi standar akurasi yang tinggi," ungkapnya sebagaimana dikutip dari keterangannya, Jumat, 21 November 2025.
Ia menjelaskan, implementasi Laboratory Information Management System (LIMS) juga mempercepat proses kerja, meningkatkan ketertelusuran data, dan memberikan pengalaman layanan yang lebih efisien.
Selama pameran, sejumlah pelaku industri mempelajari berbagai jenis pengujian yang ditawarkan, termasuk analisis kimia, uji stabilitas, pengecekan mikrobiologi, prediksi umur simpan produk, dan pengujian berpresisi tinggi menggunakan HPLC (High Performance Liquid Chromatography).
"Kami didukung perangkat berteknologi tinggi dan seluruh proses analisis dilakukan oleh tenaga professional dan ahli. Kami memastikan setiap laporan yang diterbitkan memiliki kredibilitas ilmiah dan dapat dijadikan rujukan,” ungkap Billy.
Menurut informasi yang disampaikan, Alvalab menyediakan pengujian dengan tingkat akurasi yang diklaim mencapai 99,5 persen. Layanan tersebut digunakan oleh berbagai sektor, mulai dari produk pangan dan minuman, agrikultur, minyak sawit, rempah-rempah, minyak atsiri, hingga produk impor.
Rencana penambahan analisis residu pestisida diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri yang berorientasi ekspor. Perusahaan tersebut menyampaikan bahwa operasional laboratorium mengacu pada standar internasional seperti ISO, ASTA, dan FCC, serta menyesuaikan dengan persyaratan keamanan pangan untuk pasar lokal maupun ekspor, termasuk ketentuan FDA.
Prinsip Science with Sustainable Nature disebut menjadi pendekatan internal perusahaan dalam menggabungkan teknologi dengan perhatian pada aspek keberlanjutan.
Untuk periode 2025–2026, Alvalab merencanakan perluasan kapasitas layanan dan peningkatan kolaborasi internasional. “Tujuan kami menjadi laboratorium rujukan bagi industri pangan dan agrikultur di tingkat nasional. Keikutsertaan kami di SIAL Interfood 2025 merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut.”