Mundurnya Keponakan Prabowo Picu Spekulasi Menpora, Gerindra Minta Publik Tak Terburu-buru

Keponakan Prabowo, Menpora, Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati mundur dari DPR, Mundurnya Keponakan Prabowo Picu Spekulasi Menpora, Gerindra Minta Publik Tak Terburu-buru

Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Presiden Prabowo Subianto, untuk mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 menimbulkan banyak pertanyaan publik.

Sara, sapaan akrabnya, menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya dalam sebuah podcast yang dianggap melukai hati masyarakat.

Namun, muncul pula spekulasi bahwa pengunduran diri ini terkait dengan isu dirinya yang disebut-sebut ingin menjadi menteri.

Apakah Mundurnya Sara Terkait Jabatan Menteri?

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi menegaskan bahwa penunjukan menteri sepenuhnya merupakan hak Presiden Prabowo.

Ia mencontohkan pengalaman anggota DPR lain yang baru mengundurkan diri setelah resmi ditunjuk sebagai menteri.

"Kalau menjadi menteri kan itu urusan Presiden. Terus kedua, kan enggak harus mundur dulu kan. Jadi (menteri) dulu, baru mundur (dari DPR)," ujar Bambang di Gedung DPR, Senayan, Kamis (11/9/2025).

Menurut Bambang, publik terlalu berspekulasi soal mundurnya Sara. Ia menilai belum tentu keputusan tersebut berhubungan dengan peluang menjadi menteri.

"Itu terlalu spekulasi. Jadi saya berpikir kita harus hormati Ibu Sara," ucapnya.

Bagaimana Pandangan Fraksi Gerindra?

Keponakan Prabowo, Menpora, Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati mundur dari DPR, Mundurnya Keponakan Prabowo Picu Spekulasi Menpora, Gerindra Minta Publik Tak Terburu-buru

Anggota DPRI RI sekaligus sekretaris Fraksi Gerindra Bambang Haryadi saat di Jember pada Kamis (21/11/2024)

Bambang Haryadi mengatakan dirinya tidak melihat adanya kesalahan besar dalam isi podcast tersebut. Ia justru menilai Sara menyampaikan pesan positif.

"Kalau kami lihat secara selintas, podcastnya oke kok. Sifatnya memotivasi kaum-kaum perempuan untuk ikut peran serta di ekonomi kreatif," ujarnya.

Bambang juga menyoroti kiprah Sara yang dikenal rajin turun ke daerah pemilihannya setelah berhasil lolos ke Senayan pada Pemilu 2024.

"Dia salah satu kader yang sangat aktif di dapilnya, dan sangat peduli terhadap peran serta perempuan di politik," katanya.

Meski mengaku mempertanyakan alasan pengunduran diri tersebut, Fraksi Gerindra tetap menghormati keputusan Sara. Partai pun telah menonaktifkannya dari keanggotaan DPR.

Apa Langkah Sara Selanjutnya?

Dalam pernyataan resminya, Sara menegaskan pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab pribadi. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

"Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra," ujarnya.

Rahayu Saraswati mundur setelah pernyataannya dalam podcast Antara TV Indonesia pada 28 Februari 2025 viral di media sosial.

Podcast berdurasi 42 menit itu membahas isu perempuan hingga kolaborasi ekonomi kreatif. Namun, potongan video dua menit dari siniar tersebut memicu kontroversi karena dinilai meremehkan usaha masyarakat kecil.

"Dua menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat," ujar Sara dalam video klarifikasinya, Rabu (10/9/2025).

Ia menegaskan tidak ada niat merendahkan rakyat, melainkan ingin mendorong semangat entrepreneurship di era transformasi digital. Meski begitu, ia mengakui kesalahannya.

"Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak... Kesalahan sepenuhnya ada di saya," kata Sara.

Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Gerindra Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Alasan Rahayu Saraswati Mundur dari DPR".

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.