Sopir Bank Jateng yang Bawa Kabur Rp 10 Miliar Sempat Gelar Kenduri Rumah Baru
Kisah pelarian Anggun Tyas, sopir Bank Jateng cabang Wonogiri yang membawa kabur uang Rp 10 miliar, semakin mengundang perhatian.
Setelah melarikan uang dalam jumlah fantastis itu, ia langsung membeli rumah seharga Rp 140 juta di Padukuhan Pejaten, Giriwungu, Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tak berhenti di situ, Anggun yang mengaku bernama Dwi kepada warga sekitar juga menggelar kenduri sebagai bentuk syukur atas rumah barunya.
“Mengundang sekitar delapan orang warga untuk menjadi saksi dan kenduri terkait akan dibelinya rumah tersebut, dan akan ditempati,” kata Sarwanto, warga setempat, Selasa (9/9/2025).
Kenduri Syukuran Rumah Baru
Menurut Sarwanto, makanan untuk kenduri berasal dari Bambang, warga Giricahyo, yang menjadi perantara jual beli rumah.
Rumah itu sendiri sebelumnya milik adik Sarwanto yang kini tinggal di Kalimantan Timur.
Meski harga rumah disepakati Rp 140 juta, pembayaran baru dilakukan sebagian sebesar Rp 70 juta.
Setelah kenduri, Anggun dan rombongannya langsung menempati rumah tersebut.
Ia juga sempat melakukan renovasi kecil pada dapur dan kamar mandi.
Kini, rumah itu dihuni empat orang, dua pria dan dua perempuan, salah satunya seorang nenek berusia sekitar 70 tahun.
Rumah yang dibeli pelaku pencurian bank Jateng yang dibeli di Panggang, Gunungkidul
Rencana Bisnis Rental Mobil
Tak hanya membeli rumah, Anggun juga sempat mengutarakan rencana membangun bisnis rental mobil di lahan sekitar rumah.
Ia bahkan mengaku memiliki 300 mobil dan ingin membuat garasi besar untuk usaha tersebut.
Lokasi yang direncanakan berada di tepi jalan kampung, di atas rumah, sehingga membutuhkan alat berat untuk meratakan tanah perbukitan.
“Katanya punya 300 mobil, nanti akan dibangun garasi semaksimal mungkin parkirnya di sini,” ujar Sarwanto.
Identitas Palsu dan Kehidupan Sehari-hari
Kepada warga, Anggun memperkenalkan diri dengan nama Dwi, warga Pandak, Bantul.
Ia juga meyakinkan tetangga bahwa wilayah Pejaten aman untuk ditinggali selamanya.
“Bapak saya sampai ditanya soal keamanan, lalu dijawab kalau pencuri masuk sini pasti tidak bisa keluar,” kata Sarwanto.
Meski begitu, warga kaget dengan proses pembelian rumah yang berlangsung sangat cepat, hanya beberapa hari setelah ia datang ke kampung tersebut.
Terungkap Setelah Penangkapan
Rencana Anggun terhenti setelah polisi berhasil membekuknya di rumah itu pada Senin (8/9/2025) dini hari.
Dari penangkapan tersebut, polisi juga menyita barang-barang yang dibeli dari hasil uang curian, mulai dari rumah, mobil Daihatsu Ayla, hingga perabot rumah tangga.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan "Beli Rumah di Gunungkidul, Sopir Bank Jateng yang Bawa Kabur Uang Rp 10 Miliar Sempat Gelar Slametan".
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.