Drama Piala Afrika 2025, Hakimi Kini Terima Gelar 'Giveaway' Usai Sempat Tolak

Senegal, Piala Afrika 2025, Drama Piala Afrika 2025, Hakimi Kini Terima Gelar 'Giveaway' Usai Sempat Tolak

Bintang Timnas Maroko, Achraf Hakimi, mengubah sikap terkait gelar Piala Afrika 2025.

Hakimi kini mengaku menerima hasil tersebut meski sebelumnya sempat menolak.

Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube bersama Kylian Mbappe dan Aurelien Tchouameni, bek Paris Saint-Germain itu menyampaikan pernyataan berbeda dari sikap awalnya.

"Meskipun kami harus memenangi Piala Afrika dengan cara seperti ini, kami menerimanya," ucap Hakimi, dilansir dari BolaSport.com via Marocco World News, Jumat (3/4/2026).

"Kami sangat bahagia."

"Saya telah menunggu momen ini sejak lama," tuturnya.

Perubahan sikap ini menjadi sorotan karena sebelumnya Hakimi menunjukkan penolakan atas pemberian gelar tersebut.

Sikap Awal Hakimi Tolak Trofi

Setelah final berakhir, Hakimi sempat menyatakan tidak setuju dengan keputusan yang memberikan gelar kepada Maroko.

Ia menilai hasil di lapangan harus dihormati.

"Ibu saya bilang agar saya menolak trofi AFCON," ujar Hakimi kepada Daily Sabah.

Senegal, Piala Afrika 2025, Drama Piala Afrika 2025, Hakimi Kini Terima Gelar 'Giveaway' Usai Sempat Tolak

Joao Neves (kanan) merayakan gol dengan Achraf Hakimi dalam pertandingan sepak bola Ligue 1 Liga Perancis antara Toulouse vs PSG (Paris Saint-Germain) di Stadion TFC di Toulouse, barat daya Prancis pada 30 Agustus 2025. (Foto oleh Lionel BONAVENTURE / AFP)

"Saya secara resmi menolaknya dan berharap rekan setim melakukan hal yang sama. Kami punya kesempatan tetapi gagal menang."

"Senegal mengalahkan kami secara fair dan mereka layak mendapatkan trofi itu," imbuhnya.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah laga final selesai dan sebelum keputusan resmi dari konfederasi sepak bola Afrika diumumkan.

Kronologi Final dan Keputusan CAF

Final Piala Afrika 2025 mempertemukan Maroko dan Senegal di Stadion Prince Moullay Abdallah.

Dalam pertandingan tersebut, Maroko kalah 0-1 hingga waktu normal.

Laga sempat terhenti sekitar 15 menit karena aksi mogok pemain Senegal yang memprotes keputusan penalti untuk tuan rumah.

Pertandingan dilanjutkan setelah intervensi Sadio Mane, tetapi penalti Brahim Diaz tidak menghasilkan gol.

Pada babak tambahan, Senegal mencetak gol melalui Pape Thiaw pada menit ke-94. Skor bertahan hingga akhir laga.

Federasi Sepak Bola Maroko kemudian mengajukan banding atas insiden tersebut.

Dua bulan setelahnya, Konfederasi Sepak Bola Afrika mengabulkan protes itu.

Hasil pertandingan dibatalkan dan Maroko dinyatakan menang dengan skor 3-0.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang