Diduga Bawa Kabur Rp300 Juta, Suami Boiyen Ungkap Pakai Dana Investasi Buat...

Boiyen menikah dengan Rully Anggi Akbar atau Ezel
Boiyen menikah dengan Rully Anggi Akbar atau Ezel

 Nama Rully Angi Akbar, suami dari komedian Boiyen, belakangan menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan dugaan penipuan investasi yang ramai dibicarakan di media sosial. Setelah cukup lama memilih diam, Rully akhirnya muncul ke hadapan publik untuk memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan berbagai tudingan yang beredar.

Dalam pernyataannya, Rully menanggapi isu dana investasi yang disebut-sebut masuk ke rekening pribadinya. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan dilakukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi memastikan kelancaran aktivitas operasional perusahaan yang dijalankannya. Scroll lebih lanjut yuk!

Menurut Rully, pemindahan dana itu bersifat sementara karena adanya kendala teknis dalam pengelolaan rekening perusahaan.

"Sebelumnya ada rekening CV perusahaan di mana komisaris itu saya, kemudian direkturnya beliau saat mengakses itu cukup merepotkan kami di operasional dan dipindahkan sementara ke rekening pribadi saya," kata Rully.

Rully juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki beberapa rekening dengan fungsi yang berbeda-beda sehingga tidak semua dana yang masuk ke rekening pribadinya dapat disimpulkan sebagai penggunaan untuk kepentingan personal.

"Saya ada 3 rekening yang satu untuk perusahaan untuk operasional di Sateman itu, yang satu untuk pekerjaan saya, dan satu lagi khusus pribadi," sambungnya.

Lebih lanjut, Rully memaparkan kondisi perusahaan Sateman Indonesia yang kini ikut terseret dalam polemik tersebut. Ia menyebut sejak awal perusahaan itu dijalankan bersama dua investor. Dalam perjalanan bisnisnya, Sateman Indonesia disebut mengalami kerugian akibat sejumlah kontrak kerja yang tidak berjalan sesuai rencana.

"Investor ada dua pertama beliau dan satu lagi di Bandung kalau ada kerugian di kontrak ya harus ditanggung masing-masing pihak tapi kemarin saya bertanggung jawab untuk mengembalikan sebanyak 50 persen," jelas Rully lagi.

Di akhir klarifikasinya, Rully berharap pemberitaan yang berkembang dapat disajikan secara lebih objektif dan berimbang. Ia menekankan bahwa isu ini tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga terhadap para karyawan yang menggantungkan hidup pada perusahaan tersebut.

"Jadi, saya minta tolong teman-teman beritanya dilurusin ada banyak yang terdampak dari perusahaan berdiri ada karyawan saya karena berita ini semua terdampak," pungkasnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Rully turut memberikan penjelasan. Kuasa hukum Rully, Husor Hutasoit, menegaskan bahwa perkara yang viral tersebut masih berada dalam ranah perdata dan tidak mengandung unsur niat jahat. Ia menyebut kliennya hingga kini belum menerima panggilan resmi dari aparat penegak hukum.

Husor juga menyoroti perbedaan angka kerugian yang beredar di masyarakat. Menurutnya, nominal yang ramai dibicarakan publik tidak sesuai dengan fakta transaksi yang sebenarnya.

"Perlu diluruskan bahwa investasi Rp200 juta ini memang tak digunakan untuk hal-hal lain. Tapi yang dibahas di media malah kabur Rp300 juta karena ini ya murni perdata. Kita akan hadapi," lanjutnya.

Dengan klarifikasi tersebut, Rully dan tim hukumnya berharap publik dapat melihat persoalan ini secara lebih jernih sambil menunggu proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.