Prabowo Lantik Menkeu Purbaya Sadewa, Sri Mulyani Akhiri 13 Tahun Pengabdian, Ali Wardhana Masih Terlama
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/9/2025).
Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut selama lebih dari satu dekade.
Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Tahun 2024-2029, yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.
Mengapa Sri Mulyani Digantikan?
Sri Mulyani adalah salah satu tokoh ekonomi yang paling berpengaruh di Indonesia. Ia pertama kali menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2005-2010.
Kemudian, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), ia kembali dipercaya memimpin Kementerian Keuangan sejak 2016 hingga akhir masa jabatan Jokowi pada 2024.
Bahkan setelah pergantian pemerintahan ke Presiden Prabowo Subianto, Sri Mulyani masih dipercaya untuk meneruskan perannya.
Dengan total masa jabatan sekitar 13 tahun, ia tercatat sebagai salah satu Menkeu terlama dalam sejarah Republik Indonesia.
Namun, meski berpengalaman dan berpengaruh, estafet kepemimpinan di bidang keuangan kini resmi beralih kepada Purbaya Yudhi Sadewa.
Siapa Purbaya Yudhi Sadewa?
Purbaya bukan sosok baru dalam dunia ekonomi Indonesia. Ia dikenal sebagai ekonom sekaligus pejabat yang berpengalaman di sektor keuangan.
Sebelum menduduki jabatan Menteri Keuangan, ia pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman birokrasi, Purbaya diyakini mampu membawa kebijakan fiskal Indonesia ke arah yang lebih adaptif, terutama di tengah dinamika perekonomian global.
Bagaimana Kiprah Sri Mulyani Dibandingkan Menkeu Terdahulu?
Meski menjabat selama 13 tahun, Sri Mulyani bukanlah Menteri Keuangan dengan masa jabatan terlama.
Rekor tersebut dipegang oleh Ali Wardhana, yang menjabat selama 15 tahun, sejak 1968 hingga 1983 di era Presiden Soeharto.
Ali Wardhana dikenal sebagai bagian dari kelompok teknokrat yang dijuluki "Mafia Berkeley" dan memiliki kontribusi besar dalam menstabilkan ekonomi Indonesia pasca-gejolak inflasi.
Ali berhasil menurunkan tingkat inflasi yang sempat menyentuh 650 persen menjadi sekitar 20 persen dengan kebijakan anggaran berimbang.
Ia juga melakukan devaluasi rupiah pada tahun 1977 dan 1978, menata kembali sistem bea masuk, serta memberantas praktik penyelundupan.
Pencapaiannya menjadikan Ali Wardhana sebagai salah satu tokoh kunci dalam sejarah perekonomian nasional.
Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Bukan Sri Mulyani, Ini Menteri Keuangan Terlama dalam Sejarah RI".
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.