Strategi Atur Screen Time Anak dari Psikolog, Libatkan Mereka dalam Diskusi
Mengatur screen time anak sering menjadi tantangan bagi orangtua. Tidak sedikit orangtua yang akhirnya menerapkan aturan secara sepihak tanpa diskusi dan memicu penolakan dari anak.
Psikolog anak dan keluarga sekaligus Founder TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima menyarankan agar orangtua melibatkan anak dalam proses pembuatan aturan penggunaan gadget.
“Paling penting itu diskusi sebelum membuat aturan. Jadi buat aturan berdasarkan persetujuan mereka dan pendapat mereka juga supaya lebih tanggung jawab,” kata Saskhya dalam talkshow Keluarga Cerdas Berinternet yang digelar oleh Google dan YouTube di Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025).
Bagaimana cara mengatur screen time anak?
Tanyakan aktivitas alternatif dan bahas konsekuensinya
Mengatur screen time anak sering menjadi tantangan bagi orangtua. Simak beberapa cara mengatur dan mengkomunikasikan durasi screen time anak berikut.
Ia menganjurkan agar orangtua berdialog dengan anak, misalnya dengan menanyakan aktivitas alternatif saat bosan, atau membahas bersama apa konsekuensinya jika anak melanggar kesepakatan screen time.
Tindakan ini bisa membuat anak menjadi lebih bertanggung jawab terhadap keputusannya.
“Tanya ke anak, kalau dia bosan, kira-kira bisa melakukan aktivitas apa lagi selain main gadget? Lalu, kalau mereka melanggar, konsekuensinya apa?” ujarnya.
Menurut Saskhya, komunikasi semacam ini juga penting agar anak tidak merasa aturan hanya dibuat sepihak oleh orangtua.
Ia juga menekankan, kebiasaan ini sebaiknya dimulai sejak anak masih kecil.
Gunakan alarm penanda waktu screen time
Mengatur screen time anak sering menjadi tantangan bagi orangtua. Simak beberapa cara mengatur dan mengkomunikasikan durasi screen time anak berikut.
Salah satu metode sederhana yang bisa dilakukan adalah menggunakan alarm sebagai penanda waktu screen time.
“Mulai dari kecil lebih gampang dikomunikasikan sejak kecil. Misalnya menggunakan alarm supaya anak tahu kapan screen time-nya sudah selesai, sehingga bisa stop main gadget,” terangnya.
Terapkan batasan waktu dan tempat
Lebih jauh, Saskhya menyarankan agar orangtua menetapkan batasan waktu dan tempat untuk penggunaan gadget di rumah.
“Ada juga beberapa waktu atau area yang enggak boleh main gadget yaitu di ruang tidur dan makan,” ujarnya.
Dengan komunikasi yang terbuka, melibatkan anak, serta aturan yang jelas dan konsisten, screen time dapat menjadi kebiasaan yang lebih sehat dan seimbang dalam keseharian anak.