Menlu Sugiono Ubah Arah Diplomasi RI, Tak Lagi Sekadar Urusan Politik Kini Diburu untuk Dongkrak Investasi

Menlu Sugiono dan Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Diplomasi Didorong Lebih Agresif Cari Peluang Ekonomi, Kemlu Perkuat Diplomasi Ekonomi, Kemlu Jadi Ujung Tombak Perjuangan Ekonomi Indonesia, Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jadi Kunci
Menlu Sugiono dan Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa arah diplomasi Indonesia mengalami transformasi signifikan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Jika sebelumnya diplomasi identik dengan urusan politik dan hubungan antarnegara, kini diplomasi diarahkan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi nasional, menarik investasi, dan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menghadiri Kadin Diplomatic Economic Breakfast Meeting yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan itu, Sugiono menjelaskan bahwa kekuatan suatu negara pada era modern tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga kedaulatan dan integritas wilayah, tetapi juga oleh kekuatan ekonominya. Karena itu, sejak dipercaya memimpin Kementerian Luar Negeri, ia menjadikan penguatan ekonomi sebagai salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan diplomasi Indonesia.

Menurutnya, membangun negara yang kuat harus dimulai dengan membangun fondasi ekonomi yang kuat. Atas dasar itulah berbagai kebijakan dan aktivitas Kementerian Luar Negeri diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dan ketika saya diangkat sebagai Menteri Luar Negeri, hal ini menjadi semacam panduan, bahwa untuk menciptakan negara yang kuat, kita harus memiliki ekonomi yang kuat juga. Dan tujuan Kementerian Luar Negeri diarahkan ke arah ini,” ujar Sugiono.

Diplomasi Didorong Lebih Agresif Cari Peluang Ekonomi

Sugiono mengungkapkan perubahan orientasi diplomasi tersebut menjadi salah satu alasan meningkatnya aktivitas Kementerian Luar Negeri dalam satu setengah tahun terakhir.

Menurut dia, Kemlu kini dituntut bekerja lebih aktif dan agresif dalam membangun jaringan ekonomi dengan berbagai negara mitra. Diplomasi tidak lagi hanya berfokus pada komunikasi politik, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi yang konkret bagi Indonesia.

Ia mengatakan hubungan baik dengan negara-negara sahabat perlu diterjemahkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Itulah sebabnya Pak Anin menyebutkan ada banyak kegiatan yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri selama satu setengah tahun terakhir, karena Kementerian Luar Negeri harus menjalankan fungsinya untuk menciptakan sebanyak mungkin koneksi ekonomi dengan setiap sahabat di dunia,” katanya.

Menurut Sugiono, semakin luas koneksi ekonomi yang dibangun Indonesia, semakin besar pula peluang yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha nasional untuk memperluas pasar, menjalin kemitraan, dan meningkatkan investasi.

Kemlu Perkuat Diplomasi Ekonomi

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Sugiono mengaku melakukan pembenahan pada struktur organisasi yang menangani kerja sama ekonomi di lingkungan Kementerian Luar Negeri.

Ia menyoroti istilah yang diperkenalkan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengenai Direktorat Jenderal Kerja Sama Ekonomi yang disebut sebagai Direktorat Jenderal Diplomasi Ekonomi.

Menurut Sugiono, istilah tersebut mencerminkan arah baru yang sedang dibangun Kemlu dalam memperkuat peran ekonomi di setiap aktivitas diplomasi Indonesia.

“Ketika saya membentuk kembali Direktorat Jenderal Kerja Sama Ekonomi, saya suka istilah yang disebutkan Pak Anin, bahwa itu adalah Direktorat Jenderal ‘Diplomasi Ekonomi’ Kementerian Luar Negeri,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi Kemlu dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional melalui kerja sama internasional yang lebih produktif.

Kemlu Jadi Ujung Tombak Perjuangan Ekonomi Indonesia

Sugiono menegaskan bahwa peran Kementerian Luar Negeri saat ini jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya. Selain menjalankan tugas diplomasi politik, sosial, dan hubungan antar masyarakat, Kemlu juga harus menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi Indonesia di tingkat global.

Menurutnya, seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri harus mampu berkontribusi dalam membuka akses pasar, menarik investor, serta memperluas peluang kerja sama yang menguntungkan Indonesia.

“Ketika saya membentuknya kembali, ide saya adalah, Kementerian Luar Negeri harus bekerja tidak hanya untuk hubungan politik, sosial, dan hubungan antar-masyarakat serta misi diplomatik Indonesia, tetapi juga untuk memajukan kemajuan ekonomi Indonesia sesuai dengan prinsip panduan dan misi yang kita miliki,” tegasnya.

Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan visi besar pemerintah yang menempatkan diplomasi dan ekonomi sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jadi Kunci

Dalam forum yang dihadiri kalangan diplomatik dan pelaku usaha tersebut, Sugiono juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas internasional.

Menurut dia, kolaborasi yang kuat menjadi faktor penting untuk memperluas peluang perdagangan, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif.

Ia menilai forum seperti Kadin Diplomatic Economic Breakfast Meeting memiliki peran strategis karena mempertemukan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki tujuan bersama dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara mitra.

Melalui kerja sama yang erat antara sektor publik dan swasta, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan peluang ekonomi global secara lebih optimal sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya rasa ini adalah acara yang sangat relevan, tidak hanya untuk mengejar tujuan Kadin, tetapi juga untuk mengejar tujuan Kementerian Luar Negeri dan tujuan Indonesia, serta mengejar kepentingan bersama antara Indonesia dan semua sahabat yang hadir di ruangan ini maupun yang berada di Indonesia,” pungkasnya.

tvOnenews/Abdul Gani Siregar