BGN soal Isu SPPG Setop Beroperasi Gegara Dana Belum Cair: Sebagian Hoaks
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang buka suara soal isu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhenti beroperasi karena anggaran belum turun.
Nanik menjelaskan, dana operasional untuk masing-masing dapur MBG atau SPPG sudah dicairkan sejak Jumat, 5 Juni 2026.
"Ada bagian dari hoaks, ada bagian dari, semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Yang 27.877 tadi itu loh, sudah masuk, sudah operasional," ucap Nanik kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
Nanik menjelaskan, ada beberapa SPPG yang dananya sudah dicairkan dan sisanya akan cair pada hari Senin, 8 Juni 2026.
"Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin juga dicarikan.tadu.kalau nggak salah, kami dapat laporan Rp5 T ya dicairkan hari ini," tutur dia.
Lebih lanjut, Nanik menegaskan hal tersebut bukanlah masalah besar. Melainkan hanya ada persoalan teknis semata.
"Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja," pungkas Nanik.
Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin, 8 Juni 2026.
Presiden RI Prabowo Subianto menyalami Kepala BGN Nanik S Deyang
Nanik mengisi posisi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Selain melantik Nanik, Prabowo juga melantik Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pelantikan digelar berdasarkan Keppres 18/M tahun 2026 pemberhentian dan pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN dan pemberhentian Wakil Kepala BPKP.
Acara pelantikan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan Presiden tentang pengangkatan para pejabat yang dilantik.
Setelahnya, Presiden Prabowo memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti oleh Nanik S Deyang, Agustina Arumsari, dan Trenggono.
"Demi Allah saya bersumpah bawah saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo.