Purbaya Blak-blakan soal Intervensi Buat Topang IHSG

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, pihaknya tak menyiapkan intervensi khusus untuk menghadapi tekanan terhadap IHSG.

Karena menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, sehingga bisa menjadi andalan untuk menopang pergerakan IHSG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau dari saya sih enggak ada (intervensi). Yang penting adalah saya jelaskan bahwa fondasi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus. Itu harusnya menjadi landasan ke penilaian harga saham,” kata Purbaya di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Diketahui, sebelumnya Purbaya kerap mengungkapkan optimisme bahwa IHSG akan mampu berbalik menguat didukung oleh solidnya fundamental perekonomian.

Saat ditemui di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2024 kemarin, Purbaya menyebut berbagai indikator perekonomian bisa mendorong IHSG kembali bergerak positif.

Salah satunya yaitu inflasi pada Mei 2026 sebesar 3,08 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy), yang masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) yakni 2,5 plus minus 1 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 646,3 triliun per 30 April 2026, tumbuh sebesar 16,1 persen (yoy). Purbaya menilai, gejolak IHSG saat ini bersifat kekhawatiran jangka pendek, yang dipengaruhi oleh isu-isu negatif di dalam negeri.

Dia pun memastikan bakal menjaga kinerja perekonomian sekaligus sentimen pasar tetap stabil. (Ant).