Balik ke Kodrat Jadi Laki-laki, Lucinta Luna Blak-blakan Soal Alat Kelamin yang Sudah Terlanjur Diubah
Keputusan mengejutkan datang dari selebgram kontroversial Lucinta Luna. Sosok yang selama ini identik dengan penampilan feminin itu kini mengaku ingin kembali ke jati dirinya sebagai laki-laki yaitu Muhammad Fatah. Pengakuan tersebut sontak memancing perhatian, terutama karena disampaikan di tengah momen spiritual yang cukup kuat dalam hidupnya.
Perubahan arah hidup ini mulai terungkap saat Lucinta mengunggah momen salat Idul Fitri di Seoul Central Mosque, Korea Selatan. Dalam unggahan itu, ia tampil berbeda—mengenakan peci dan sarung, serta berada di saf laki-laki. Momen tersebut menjadi titik balik yang mengejutkan banyak pihak, sekaligus penegasan atas identitas yang selama ini ia simpan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Dalam perbincangan bersama Ivan Gunawan di podcast Butik Haji Igun, Lucinta blak-blakan mengungkap alasan di balik keputusannya. Ia mengaku kelelahan menjalani hidup penuh tekanan dan ingin mencari ketenangan yang selama ini terasa jauh darinya.
"Aku tuh udah 10 tahun eggak pernah salat. Enggak pernah salat apa pun. Jadi gimana sih supaya aku tuh neggak dihujat, tapi aku tenang, tentram, damai, makanya aku memberanikan diri (untuk kembali ke kodratnya), tapi beraninya aku di luar negeri," kata Lucinta Luna, dikutip Minggu 5 April 2026.
Keputusannya untuk kembali salat di saf laki-laki bukan sekadar simbol, melainkan bentuk penyerahan diri secara spiritual. Ia mengakui, meskipun secara hukum di Indonesia dirinya telah diakui sebagai perempuan, batin kecilnya tetap mencari jalan pulang.
"Gue pengin lah salat di bagian saf laki-laki sesuai dengan kodrat, meskipun gue udah legal semuanya (sebagai perempuan), udah berbentuk seperti ini," tambahnya.
Di balik kehidupan glamor yang kerap ditampilkan di media sosial, Lucinta mengungkap sisi lain yang jauh dari kata bahagia. Tekanan dari publik dan ekspektasi yang terus membayangi membuatnya harus bergantung pada obat penenang dan pendampingan psikiater selama bertahun-tahun.
"Enggak tenang, selalu nangis. Setiap malam. Nangis penuh dengan tekanan dari orang. Ih gue capek kayak udah jadi patung atau robot aja. Gue pengin jadi diri gue sendiri gitu loh," tuturnya.
Perubahan yang ia jalani pun tidak hanya sebatas batin, tetapi juga terlihat secara fisik. Lucinta memutuskan memangkas rambut panjangnya menjadi pendek layaknya pria. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar sensasi, melainkan bentuk keseriusan dalam menjalani fase baru hidupnya.
"Awalnya pakai wig. Akhirnya potong beneran. Lebih baik aku potong rambut beneran. Emang niat gue tulus. 'Mak, ini yang datang mewujud asli Fatah, bukan Lucinta Luna'," ceritanya mengenang momen saat berziarah ke makam orang tuanya.
Namun, perjalanan untuk kembali sepenuhnya ke identitas awal bukanlah hal mudah. Lucinta menyadari bahwa perubahan fisik yang telah ia jalani selama bertahun-tahun tidak bisa dibalikkan begitu saja. Ia bahkan mengakui bahwa secara medis, hal tersebut hampir mustahil.
"Karena kalau untuk menjadi seorang Muhammad Fatah lagi, ya itu udah susah banget. Bahkan impossible sebetulnya kan. Dari semua nih, (alat vital) yang ada di seluruh badan dan ini juga enggak bakal bisa dibalikin. Masa mau pake pensil 2B, enggak bisa dong? Atau pakai linggis, enggak akan bisa," jelasnya blak-blakan.
Kini, fokus utama Lucinta bukan lagi pada penampilan luar, melainkan perjalanan mental dan spiritualnya. Ia ingin menjalani sisa hidup dengan lebih tenang, sekaligus mendekatkan diri pada nilai-nilai yang ia yakini sebagai jati diri sejatinya.
Lucinta juga tengah bersiap untuk melanjutkan hidup di Korea Selatan. Di sana, ia merasa memiliki ruang yang lebih aman tanpa tekanan atau penghakiman dari lingkungan sekitar. Sebuah babak baru yang diharapkan bisa membawanya pada kedamaian yang selama ini ia cari.