Tahan Ongkos Haji Imbas Lonjakan Harga Avtur, Pemerintah Anggarkan Rp 1,77 Triliun

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, pemerintah telah menurunkan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp 2 juta.

Seiring meroketnya harga avtur akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah, Airlangga mengakui bahwa hal itu sebenarnya bisa mendongkrak biaya perjalanan haji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pemerintah dipastikan akan mengalokasikan anggaran mencapai Rp 1,77 triliun, guna menjaga agar biaya perjalanan haji bagi sekitar 220 ribu jemaah tidak ikut melonjak.

"Ongkos haji diturunkan Rp 2 juta, sehingga dampak dari kenaikan (harga) avtur ini di-absorb pemerintah untuk 220 ribu orang jamaah haji," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

"Anggaran (yang dialokasikan) Rp 1,77 triliun dan dibebankan ke APBN. Sehingga tidak ada dampak (kenaikan biaya) ke peserta jemaah haji," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, anggaran untuk menyerap lonjakan harga avtur bagi biaya perjalanan haji itu berasal dari efisiensi anggaran di tahun 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan, hasil efisiensi di tahun lalu itulah yang akan dialokasikan untuk pengeluaran yang dibutuhkan tahun ini, termasuk untuk menahan lonjakan biaya perjalanan haji akibat kenaikan harga avtur.

"Kalau efisiensi itu diambil dan ditaruh di satu tempat kan. Nanti itu akan disalurkan ke pengeluaran yang baru tadi," ujarnya.