Daftar Harga Barang yang Berpotensi Naik Imbas Konflik Iran vs Israel-AS
Memanasnya konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat memicu kekhawatiran besar di pasar global. Serangan militer dan ancaman gangguan jalur energi strategis seperti Selat Hormuz membuat investor dan pelaku usaha bersiap menghadapi potensi lonjakan harga berbagai komoditas.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Jika distribusi terganggu dalam waktu lama, dampaknya bisa menjalar ke berbagai sektor, mulai dari energi hingga kebutuhan sehari-hari.
Berikut daftar barang yang berpotensi mengalami kenaikan harga jika konflik terus bereskalasi, sebagaimana dirangkum dari News24, Senin, 2 Maret 2026.
1. BBM dan Bahan Bakar
Harga minyak mentah dunia biasanya menjadi yang pertama bereaksi terhadap ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong naiknya harga bensin, solar, hingga avtur.
Jika harga minyak global melonjak tajam, biaya transportasi dan distribusi barang juga akan ikut terdongkrak. Dalam skenario konflik berkepanjangan, harga BBM di berbagai negara bisa mengalami penyesuaian signifikan.
2. LPG dan Gas Rumah Tangga
Selain BBM, harga gas untuk kebutuhan rumah tangga juga berpotensi naik. Gangguan pasokan energi global dapat meningkatkan biaya impor gas, terutama bagi negara yang bergantung pada pasokan luar negeri.
Kenaikan harga LPG akan berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti restoran dan UMKM.
3. Emas dan Logam Mulia
Ketika situasi geopolitik memanas, investor cenderung memburu aset lindung nilai seperti emas. Permintaan yang meningkat dapat mendorong harga emas dunia naik lebih tinggi.
Kenaikan ini tidak hanya berdampak pada emas batangan, tetapi juga harga perhiasan dan logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium.
4. Pupuk dan Produk Pertanian
Konflik di kawasan Teluk juga berpotensi mengganggu distribusi pupuk, mengingat beberapa bahan baku dan jalur pengirimannya melewati wilayah strategis tersebut.
Jika harga pupuk naik, biaya produksi pertanian akan meningkat dan bisa berdampak pada harga pangan di tingkat konsumen.
5. Bahan Pangan
Kenaikan harga energi biasanya menjalar ke sektor pangan. Biaya transportasi, pengolahan, dan penyimpanan menjadi lebih mahal saat harga BBM naik.
Akibatnya, harga beras, minyak goreng, gula, daging, hingga produk olahan berpotensi ikut terkerek, terutama jika konflik berlangsung lama dan memicu inflasi global.
6. Tiket Pesawat dan Biaya Logistik
Maskapai penerbangan sangat sensitif terhadap harga avtur. Jika harga minyak naik tajam, tarif tiket pesawat kemungkinan ikut naik.
Selain itu, perusahaan logistik juga menghadapi kenaikan biaya operasional, yang pada akhirnya bisa berdampak pada harga barang konsumsi dan biaya pengiriman.
7. Berlian dan Batu Permata
Gangguan distribusi di pusat perdagangan Timur Tengah juga berpotensi memengaruhi pasokan berlian mentah dan logam mulia ke negara-negara pengolah utama. Jika jalur perdagangan terganggu, harga batu permata dan perhiasan bisa ikut terdampak.
Secara keseluruhan, sektor energi menjadi pemicu utama yang dapat memicu efek domino ke berbagai komoditas lainnya. Jika konflik Iran vs Israel-AS tidak segera mereda dan jalur distribusi energi tetap terganggu, risiko inflasi global akan meningkat.