Menyusuri Lorong Mangrove Alami, Melihat Banyuwangi dari Sisi Berbeda

ekosistem pesisir, Menyusuri Lorong Mangrove Alami, Melihat Banyuwangi dari Sisi Berbeda

Selalu ada cara baru untuk menikmati pariwisata di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kali ini, pesonanya datang dari kawasan selatan, sebuah hutan mangrove yang selama ini tersembunyi dan belum banyak dijamah wisatawan.

Berada di wilayah RPH Kedunggebang, BKPH Blambangan, KPH Banyuwangi Selatan, kawasan tersebut menawarkan pengalaman berbeda.

Bukan sekadar melihat laut atau pantai, pengunjung diajak menyusuri “lorong alami” di tengah rimbunnya mangrove yang tumbuh liar dan masih terjaga.

Suasananya terasa sunyi, jauh dari keramaian.

Akar-akar mangrove menjulur membentuk lanskap unik, sementara suara burung dan riak air payau menciptakan harmoni yang menenangkan.

Di balik keindahannya, kawasan tersebut juga menyimpan nilai ekologis tinggi.

Kepala RPH Kedunggebang, Syaiful Anam, menyebut ekosistem mangrove di area tersebut memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir.

“Ekosistem mangrove di kawasan ini memiliki nilai ekologis tinggi. Selain berfungsi menahan abrasi, juga menjadi habitat berbagai biota pesisir dan berperan dalam menyerap emisi karbon,” kata Syaiful, Senin (4/5/2026).

Dengan luas mencapai sekitar 348,8 hektar, kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis lingkungan.

Syaiful menegaskan, pengembangan wisata tetap harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian.

“Potensinya besar untuk wisata edukasi. Tapi pengembangannya harus tetap mengedepankan prinsip konservasi, supaya ekosistemnya tetap terjaga,” ujarnya.

Ke depan, pengunjung berpeluang menikmati jalur tracking di tengah hutan mangrove, mengamati satwa liar, hingga belajar langsung tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Di tengah tren wisata alam yang semakin diminati, mangrove di Banyuwangi selatan ini punya daya tarik kuat sebagai hidden gem. Bukan hanya menawarkan keindahan, tetapi juga pengalaman yang lebih tenang, dekat dengan alam, dan penuh makna.

Apabila dikelola dengan tepat, bukan tidak mungkin kawasan tersebut akan segera menjadi destinasi favorit baru.

Namun untuk saat ini, ia masih sunyi, memberi kesempatan bagi siapa saja yang ingin menikmati Banyuwangi dari sisi yang berbeda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang