Nilai Pasar Melejit Usai Gabung Ajax, Maarten Paes Ukir Rekor Baru dan Dekati Mimpi Tampil di Liga Champions
Karier Maarten Paes sedang berada di titik tertinggi. Penjaga gawang Timnas Indonesia itu resmi bergabung dengan raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam, dan kepindahan ini langsung berdampak pada nilai pasarnya yang melonjak tajam.
Transfer Paes bukan sekadar perpindahan klub biasa. Bergabung dengan salah satu tim paling bersejarah di Belanda membuat statusnya naik kelas, baik dari sisi reputasi maupun valuasi finansial. Tak butuh waktu lama, harga pasar kiper berusia 27 tahun tersebut ikut terkerek.
Ajax mengumumkan perekrutan Paes jelang penutupan bursa transfer paruh musim. Dalam pernyataan resminya, klub menyebut telah mencapai kesepakatan penuh dengan FC Dallas.
“Ajax, FC Dallas, dan Maarten Paes telah mencapai kesepakatan untuk transfer langsung kiper tersebut ke Ajax,” tulis situs resmi klub.
Meski nominal resmi tidak dipublikasikan, sejumlah laporan menyebut Ajax menebus Paes dengan mahar sekitar 1,2 juta euro atau setara Rp23,8 miliar. Ia dikontrak hingga 30 Juni 2029.
Paes yang berusia 27 tahun telah menandatangani kontrak yang berlaku hingga 30 Juni 2029. Ia sebelumnya terikat kontrak dengan klub Amerika tersebut hingga akhir tahun kalender ini.
Bagi Paes, kembali ke Belanda bersama Ajax terasa seperti pulang ke rumah. Ia tak menutupi rasa bangganya bisa membela klub sebesar De Godenzonen.
“Saya pikir tidak ada klub yang lebih baik untuk kembali selain Ajax,” kata Paes.
“Saya bangga bermain untuk klub ini, untuk logo ini, dan untuk kota ini. Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk membalas kepercayaan yang telah saya terima di sini,” lanjutnya.
Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, mengungkapkan bahwa Paes memang sudah lama masuk radar klub. Ia diproyeksikan sebagai suksesor Remko Pasveer yang hengkang ke Heracles Almelo.
“Kami telah mengikuti perkembangan Maarten selama beberapa musim dan senang bahwa kami sekarang berhasil membawanya ke Ajax,” ujar Beuker.
Marijn Beuker menambahkan bahwa Ajax memang memprioritaskan sosok penjaga gawang yang berpengalaman serta bisa diandalkan, dan menurutnya Paes dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kriteria tersebut.
Di Amsterdam, Paes akan mengenakan nomor punggung 26 dan bersaing dengan Vitezslav Jaros serta Joeri Herkens untuk memperebutkan tempat utama di bawah mistar.
Namun dampak terbesar dari transfer ini justru terlihat dari sisi ekonomi pemain.
Berdasarkan data Transfermarkt Eropa, nilai pasar Paes mengalami peningkatan setelah resmi berseragam Ajax. Jika pada 2022 nilainya masih sekitar Rp17,83 miliar saat dipermanenkan FC Dallas dari FC Utrecht, kini angkanya terus merangkak naik.
Menjelang akhir masa baktinya di Amerika Serikat, valuasinya sempat menyentuh Rp26,07 miliar. Setelah diumumkan sebagai pemain Ajax, nilainya kembali terdongkrak menjadi 1,5 juta euro atau setara Rp29,7 miliar.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa bermain di liga top Eropa, terlebih di klub sebesar Ajax, memberi pengaruh besar terhadap persepsi kualitas pemain di pasar global.
Bukan tidak mungkin, jika Paes mampu tampil konsisten atau bahkan membawa Ajax bersinar di kompetisi domestik dan Eropa, nilainya bisa kembali meroket. Kesempatan tampil di Liga Champions pun terbuka, yang berpotensi membuat namanya semakin diperhitungkan.
Bagi sepak bola Indonesia, langkah Paes ini juga punya arti penting. Ia berpeluang menjadi salah satu kiper Timnas Indonesia pertama yang merasakan atmosfer kompetisi elite Eropa secara reguler.
Dari Dallas ke Amsterdam, dari MLS ke Eredivisie, Maarten Paes kini tak sekadar naik level. Ia sedang menulis babak baru yang bisa mengubah peta kariernya sepenuhnya.