Universitas Internasional Ini Sebut Dukungan UEA dalam Perang AS-Israel Melawan Iran Haram

Uni Emirat Arab/UEA (kiri) dan AS.
Uni Emirat Arab/UEA (kiri) dan AS.

Univeritas Internasional al-Mustafa, melontarkan kritik pedas menyusul dengan laporan terkait partisipasi, dukungan, dan kerja sama Uni Emirat Arab (UEA) dalam perang yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Universitas yang berbasis di Qom Iran dan dikenal sebagai pusat pendidikan agama bagi mahasiswa asing itu menyebut tindakan UEA itu termasuk bentuk 'membantu kubu kekafiran melawan sesama muslim'. Pihaknya juga secara tegas menyebut tindakan tersebut haram dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan ini disampaikan sebagai respon terhadap sikap anti Iran yang ditunjukkan Universitas al Azhar di Mesir, seperti dilaporkan kantor berita IRNA, Rabu 13 Mei 2026.

Dalam perang yang 'meledak' sejak 28 Februari, Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone ke berbagai kepentingan Amerika dan Israel di kawasan, terutama di negara-negara Teluk Persia termasuk UEA.

Namun, Universitas al-Azhar terlihat mengkritik Teheran dan mengecam apa yang mereka sebut sebagai serangan Iran yang tidak dapat dibenarkan terhadap UEA dan negara-negara Teluk lainnya. Al-Azhar juga meminta Iran segera menghentikan serangan balasan terhadap aset-aset AS di negara Arab kawasan Teluk.

"Republik Islam Iran tidak pernah memulai perang apa pun. Tindakan militer terbaru Iran hanyalah respons yang sah, bersifat pencegahan, dan defensif terhadap serangan yang mengancam keamanan serta integritas wilayah Iran melalui penyalahgunaan wilayah beberapa negara tetangga, termasuk UEA," demikian bunyi pernyataan Universitas al-Mustafa dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 13 Mei 2026. 

Pihak universitas juga menegaskan komitmen Iran terhadap rasionalitas, diplomasi, dan prinsip bertetangga baik. Mereka meminta Universitas al-Azhar menilai perkembangan situasi berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, bukan dipengaruhi suasana media dan politisi yang berpihak pada Barat.

Universitas al-Mustafa juga menekankan pentingnya mematuhi etika Islam dalam peperangan.

"Dalam operasi balasannya, Republik Islam Iran  berbeda dengan tindakan kriminal rezim Israel dan para pendukungnya, tidak menargetkan warga sipil tak bersalah maupun infrastruktur sipil penting negara lain. Sasaran yang diserang adalah pangkalan militer AS di Kawasan. Dalam kasus ketika musuh menggunakan fasilitas negara-negara tersebut untuk menyerang infrastruktur Iran, tindakan balasan dilakukan sesuai prinsip qisas dalam Al-Qur’an,"tulis pernyataan tersebut.

Universitas itu juga menyerukan seluruh negara Islam untuk bersatu menghadapi musuh Amerika-Zionis Israel. Mereka meminta para intelektual dan elite Muslim di seluruh dunia mencegah upaya adu domba yang dilakukan kekuatan-kekuatan yang dianggap bermusuhan.

Selain itu, mereka mendesak para pemimpin negara yang membiarkan wilayahnya digunakan oleh orang-orang kafir untuk menyerang negara Muslim lain agar menghentikan dosa besar tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dikabarkan sebelumnya, dalam laporan The Wall Stret Journal yang dipublikasi pada Senin kemarin, salah satu target serangan UEA adalah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran,

Dalam publikasi surat kabar The Wall Street Journal, sejumlah sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut menyebut bahwa UEA melancarkan serangan tersebut pada awal April kemarin. Serangan ini bertepatan saat Presiden AS, Donald Trump bersiap mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Serangan itu memicu kebakaran besar dan membuat kilang berhenti beroperasi.