Bisa Lacak Detak Jantung Manusia Meskipun Sembunyi di Gurun Tandus, Ini Teknologi yang Dipakai AS di Perang Iran

Bisa Lacak Detak Jantung Manusia Meskipun Sembunyi di Gurun, Ini Teknologi yang Dipakai AS di Perang Iran, Ghost Murmur Disebut Membaca Sinyal Detak Jantung, AI Dipakai untuk Mengisolasi Sinyal, Area Gurun Dinilai Mendukung Operasi, Nama Ghost Murmur Punya Makna Khusus, Pernah Diuji di Helikopter Black Hawk, Pilot F-15 Ditemukan Selamat
Bisa Lacak Detak Jantung Manusia Meskipun Sembunyi di Gurun, Ini Teknologi yang Dipakai AS di Perang Iran

 Amerika Serikat disebut menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu pencarian pilot yang hilang di Iran. Sistem bernama Ghost Murmur itu dikembangkan oleh perusahaan dirgantara Skunk Works dan disebut memanfaatkan magnetometri kuantum jarak jauh untuk mencari tanda detak jantung manusia.

Teknologi ini menjadi sorotan karena digunakan dalam operasi pencarian di area gurun yang luas dan relatif tandus. Pilot yang dicari akhirnya dilaporkan ditemukan dalam kondisi selamat setelah bersembunyi di sebuah celah gunung.

Ghost Murmur Disebut Membaca Sinyal Detak Jantung

Ghost Murmur disebut bekerja dengan memanfaatkan magnetometri kuantum jarak jauh. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi sinyal yang berkaitan dengan detak jantung manusia dari area pencarian yang luas.

Data yang dikumpulkan kemudian dipasangkan dengan perangkat lunak AI. Peran AI dalam sistem ini adalah membantu memisahkan sinyal yang dicari dari berbagai kebisingan latar belakang yang muncul di lokasi operasi.

“Seperti mendengar suara di stadion, hanya saja stadion itu adalah gurun pasir seluas seribu mil persegi. Dalam kondisi yang tepat, jika jantung Anda berdetak, kami akan temukan,” kata seorang sumber sebagaimana dikutip dari New York Post, Jumat (17/4/2026).

Penjelasan tersebut menggambarkan tantangan utama pencarian di wilayah terbuka. Sistem harus mampu menemukan sinyal manusia di tengah area yang sangat besar, sementara objek pencarian berada dalam kondisi tersembunyi dan sulit dijangkau.

AI Dipakai untuk Mengisolasi Sinyal

Kecerdasan buatan menjadi bagian penting dalam cara kerja Ghost Murmur. Sistem ini tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memprosesnya agar sinyal yang relevan bisa dipisahkan dari gangguan sekitar.

Dalam operasi pencarian, gangguan latar belakang dapat membuat pendeteksian menjadi lebih rumit. Karena itu, kemampuan AI untuk mengisolasi sinyal menjadi faktor penting agar pencarian tidak hanya bergantung pada pemindaian manual.

Teknologi ini disebut dirancang untuk mengenali sinyal biologis manusia, terutama detak jantung. Dengan pendekatan tersebut, pencarian bisa diarahkan ke lokasi yang memiliki kemungkinan keberadaan manusia, meski target tidak terlihat secara langsung.

Area Gurun Dinilai Mendukung Operasi

Lokasi pencarian yang relatif tandus disebut menjadi kondisi ideal untuk penggunaan awal Ghost Murmur. Wilayah seperti gurun memiliki lebih sedikit gangguan dibanding area padat manusia atau kawasan dengan banyak aktivitas elektronik.

Interferensi elektromagnetik yang rendah menjadi salah satu faktor yang membantu proses pencarian. Selain itu, tidak adanya sinyal manusia lain di lokasi juga membuat sistem lebih mudah membedakan target.

Perbedaan suhu tubuh manusia dengan permukaan gurun turut disebut sebagai faktor pendukung. Dalam kondisi tertentu, kombinasi lingkungan yang bersih dari gangguan dan medan terbuka membuat pencarian bisa dilakukan dengan lebih terarah.

Nama Ghost Murmur Punya Makna Khusus

Nama Ghost Murmur disebut dipilih secara sengaja. Istilah “Murmur” merujuk pada istilah klinis yang berkaitan dengan irama jantung, sementara “Ghost” menggambarkan pencarian terhadap seseorang yang secara praktis menghilang.

“Nama itu dipilih dengan sengaja. ‘Murmur’ merupakan istilah klinis untuk irama jantung. ‘Ghost’ mengacu pada pencarian seseorang yang dalam praktiknya menghilang,” jelas sumber itu.

Pemilihan nama tersebut menggambarkan fungsi utama teknologi ini. Ghost Murmur diarahkan untuk mencari manusia melalui tanda biologis yang sangat spesifik, bukan hanya lewat jejak visual atau sinyal komunikasi.

Pernah Diuji di Helikopter Black Hawk

Seorang sumber lainnya menyebut Ghost Murmur telah diuji pada helikopter Black Hawk. Pengujian ini menunjukkan teknologi tersebut tidak hanya dikembangkan sebagai konsep, tetapi sudah pernah dipasang atau digunakan dalam platform udara.

Ke depan, teknologi ini kemungkinan akan digunakan pada jet tempur F-35. Namun, penggunaan pada platform tersebut masih disebut sebagai kemungkinan, bukan informasi final yang sudah diumumkan secara resmi.

Jika benar dikembangkan lebih lanjut, Ghost Murmur dapat menjadi bagian dari teknologi pencarian dan penyelamatan berbasis udara. Sistem seperti ini berpotensi membantu operasi di lokasi ekstrem, terutama ketika pencarian darat sulit dilakukan dengan cepat.

Pilot F-15 Ditemukan Selamat

Pilot kedua yang hilang akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Ia dilaporkan bersembunyi di sebuah celah gunung setelah jet F-15 ditembak jatuh beberapa waktu lalu.

Pilot tersebut dikenal dengan sebutan Dude 44 Bravo. Dalam situasi seperti ini, pencarian menjadi semakin penting karena waktu, medan, dan potensi ancaman di lokasi dapat memengaruhi peluang penyelamatan.

Pencarian tidak hanya dilakukan oleh pihak Amerika Serikat. Iran juga disebut melakukan penyisiran dan menjanjikan hadiah bagi pihak yang berhasil menangkap pilot tersebut.

Kemunculan Ghost Murmur memperlihatkan bagaimana teknologi AI mulai masuk ke operasi pencarian yang kompleks. Dengan kombinasi magnetometri kuantum jarak jauh, pemrosesan sinyal berbasis AI, dan pemanfaatan platform udara, sistem ini disebut membantu menemukan tanda kehidupan di area yang luas dan sulit dipantau secara langsung.