Tim Esports Indonesia Akan Tampil di Kejuaraan CrossFire Regional Asia Tenggara, Hadiah Rp1,1 miliar
Tim esports Indonesia siap unjuk gigi di fase regional CrossFire: Legends Championship (CFLC) 2025–2026. Dua wakil Merah Putih, EVOS dan PRMX, akan bersaing dengan tim-tim terbaik Asia Tenggara demi memperebutkan total hadiah USD 70.000 atau sekitar Rp1,1 miliar.
CFLC 2025–2026 menjadi ajang bergengsi karena merupakan kejuaraan regional perdana CrossFire: Legends sejak gim mobile FPS tersebut resmi meluncur di Asia Tenggara pada Desember 2025. Turnamen ini juga akan menobatkan juara CrossFire: Legends pertama di kawasan Asia Tenggara, dengan partai puncak digelar pada 8 Februari 2026.
Perjalanan tim Indonesia menuju fase regional tidaklah mudah. Kompetisi diawali dari CFLC Open Qualifiers pada 20–23 November 2025 yang diikuti ratusan tim dari berbagai negara. EVOS dan PRMX berhasil tampil konsisten hingga melaju ke National Qualifiers, lalu memastikan tiket ke babak regional setelah melewati persaingan ketat pada National Qualifier Finals Desember lalu.
Kejuaraan CrossFire
Antusiasme publik Tanah Air terhadap CrossFire: Legends terbilang tinggi. Babak final nasional yang digelar secara daring disaksikan puluhan ribu penonton, menjadi bukti besarnya dukungan komunitas esports Indonesia terhadap tim-tim kebanggaan mereka.
Di fase CFLC Group yang berlangsung dari 7 Januari hingga 1 Februari 2026, EVOS dan PRMX akan menghadapi lawan-lawan tangguh dari Filipina, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Sistem pertandingan yang bervariasi, mulai dari Best of One (BO1), Best of Three (BO3), hingga Best of Five (BO5), menuntut konsistensi dan strategi matang dari wakil Indonesia.
Selain mengincar tiket menuju babak semifinal dan grand final, EVOS dan PRMX juga membawa ambisi besar untuk mengharumkan nama Indonesia di level Asia Tenggara. Total hadiah fase regional yang mencapai lebih dari USD 45.500 atau sekitar Rp761 juta menjadi motivasi tambahan dalam persaingan ketat ini.
Puncak turnamen akan berlangsung pada CFLC Semi Finals, 7 Februari 2026, sebelum ditutup dengan CFLC Grand Finals sehari kemudian. Di sinilah peluang tim esports Indonesia untuk mencetak sejarah di CrossFire: Legends Asia Tenggara terbuka lebar.
Dengan pengalaman, basis penggemar besar, serta ekosistem esports yang terus berkembang, Indonesia kembali menempatkan diri sebagai salah satu kekuatan utama di kancah kompetisi regional Asia Tenggara.