Seskab Teddy: Pertamax BBM Nonsubsidi, Harga Ikuti Minyak Dunia

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan Pertamax merupakan jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sehingga Pertamina menjualnya dengan harga yang mengikuti pergerakan harga minyak dunia.

Kendati demikian, sejak Pertamina menaikkan harga Pertamax dan varian BBM nonsubsidi lainnya, harga per liter BBM nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan BBM RON 92/95 di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Filipina, Laos, Thailand, Myanmar, dan Singapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM subsidi tidak naik," kata Teddy saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Sejak harga minyak dunia naik imbas perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel, harga BBM bersubsidi tidak naik alias tetap pada harga Rp10.000 per liter untuk varian Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Solar.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax baru naik per 10 Juni 2026 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan. Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," kata Teddy.

Sekretariat Kabinet dalam unggahan resminya kemudian memaparkan harga BBM RON 92/95 di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Filipina Rp22.158 per liter, Laos Rp31.945 per liter, Thailand Rp28.910 per liter, Myanmar Rp25.085 per liter, dan Singapura Rp42.971 per liter.

Sekretariat Kabinet mengunggah penjelasan dari Teddy mengenai alasan Pertamina menyesuaikan harga Pertamax pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa dari beberapa kampus di wilayah Bundaran HI, Jakarta, yang berlangsung sejak siang hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, sebagai salah satu kelompok massa aksi, membawa lima tuntutan dalam unjuk rasa hari ini, salah satunya menurunkan harga BBM.

Walaupun demikian, saat ini, harga BBM yang naik hanya BBM nonsubsidi. Sementara harga BBM yang bersubsidi masih tetap alias tidak naik. (Ant)