Kisah di Balik Macet Parah di Jakarta Rabu Malam, Driver Ojol Tidak Bergerak, Penumpang TJ turun di Tengah Jalan
Arus lalu lintas dari arah Semanggi menuju Slipi (Jakarta Barat) dan sebaliknya macet parah pada Rabu malam (24/9/2025).
Polda Metro Jaya menyebut kemacetan terjadi karena Gerbang Tol Semanggi 1 ditutup untuk perbaikan.
"Gerbang Tol Semanggi 1 lagi tahap perbaikan karena dampak dari yang dibakar kemarin (aksi unjuk rasa Agustus 2025)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Komarudin saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Arus kendaraan pun dialihkan ke Gerbang Tol Semanggi 2, meski di sana hanya ada satu gardu yang dapat digunakan.
"Sehingga masyarakat yang akan masuk Gerbang Tol Semanggi 1, dialihkan ke Gerbang Tol Semanggi 2," ujarnya.
Padahal, di Gerbang Tol Semanggi 2 juga hanya satu gardu yang masih berfungsi karena perbaikan.
Dampak Kemacetan, Pengemudi Ojol Terjebak Berjam-jam
Kemacetan panjang dirasakan pengendara ojek online bernama Zaki (33). Ia butuh waktu 1,5 jam untuk menempuh jarak hanya tiga kilometer dari kawasan Cideng, Tanah Abang (Jakarta Pusat) menuju Halte Grogol Petamburan, Slipi (Jakarta Barat).
"Parah, macet banget pokoknya. Sampai keringatan di jalan ini saya. Enggak bergerak sama sekali, motor aja enggak bisa nyelip," kata Zaki di bawah Halte Slipi Petamburan, Rabu malam.
Ia menyebut kemacetan tak hanya di ruas jalan utama, tetapi juga masuk ke area perkampungan warga.
"Di Petamburan mah sampai ke dalam gang macetnya. Jadi, alternatif juga sudah enggak bisa. Mati semua jalan," katanya.
Situasi makin buruk karena sejumlah kendaraan roda empat mogok di sepanjang Jalan KS Tubun saat terjebak kemacetan.
"Mobil sama bus itu terjebak, enggak tahu berapa lama. Dua kali lipatnya motor kali. Sampai beberapa pada mogok," ujar Zaki.
Kemacetan juga meluas hingga Jalan Panjang, Kebon Jeruk (Jakarta Barat).
Seorang pengendara bernama Pras mengaku harus menempuh waktu dua jam untuk perjalanan menuju Halte Slipi Petamburan.
"Kayaknya jaraknya juga enggak seberapa, biasanya paling 10 atau 15 menit. Ini saya sudah dua jam di jalan, mau pulang kerja," kata Pras yang terjebak di lampu merah.
Ia sempat mencoba mencari jalur alternatif melalui Jalan Panjang, namun semua rute sudah macet.
"Apalagi di jalan kecil ada mobil-mobil yang mencari jalan, bikin makin ruwet. GPS saya sampai bingung mengarahkan. Ini macet hari kerja kayak macet lebaran," ujarnya.
Pras menambahkan, sejak pukul 16.00 WIB kemacetan sudah parah. "Saya sengaja pulang agak malem, tapi ternyata malah makin parah," katanya.
Kemacetan parah di Jalan Letjen S Parman, Slipi menuju Semanggi, Rabu (24/9/2025)
Penumpang Transjakarta Turun dan Jalan Kaki
Penumpang bus Transjakarta dari arah Semanggi menuju Slipi terpaksa turun di tengah jalan karena kemacetan parah, Rabu malam.
Pantauan pukul 19.30 WIB, para penumpang berjalan menyusuri Jalan Gatot Subroto, tepatnya di dekat Halte Slipi Petamburan.
"Tadi kata penumpang yang jalan, dia sudah dari jam 15.00 WIB dalam bus Tj. Kayaknya memang sudah macet dari Semanggi, terus turun di sini dekat Halte Slipi Petamburan," kata Mita, seorang pengguna jalan.
Menurut Mita, kendaraan dari arah Semanggi yang hendak putar balik di perempatan Palmerah diarahkan petugas ke Jalan KS Tubun atau ke putaran arah Tomang.
"Ada keributan di putar balik Palmerah ke arah Semanggi. Makanya mobil-mobil pada ketahan," ujarnya.
Mobil yang mengambil lajur kanan dari depan Gedung DPR RI ke arah Slipi hanya bisa menempuh sekitar 800 meter sejak pukul 17.50 WIB. Lajur kanan lebih tersendat dibandingkan lajur kiri yang menuju Stasiun Palmerah maupun simpang Palmerah Utara.
Sementara itu, di arah sebaliknya, yakni arah Cawang, kemacetan juga terjadi hingga sekitar Hotel Kartika Chandra.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.