4 Cara Merawat Sepatu Kulit agar Tetap Awet dan Tidak Kusam
Sepatu kulit menjadi salah satu jenis alas kaki yang cukup populer karena tampilannya yang klasik dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya, mulai dari kasual hingga formal.
Selain itu, sepatu berbahan kulit juga dikenal memiliki daya tahan yang baik jika dirawat dengan benar. Namun, tanpa perawatan yang sesuai, sepatu kulit bisa cepat terlihat kusam, kering, atau bahkan rusak.
Pemilik brand sepatu Andre Anthony, Andre, mengatakan bahwa setiap sepatu kulit memiliki karakteristik yang berbeda sehingga cara perawatannya juga bisa bervariasi.
“Setiap sepatu punya jenis kulitnya masing-masing, jadi cara merawatnya juga beda-beda,” ujarnya saat ditemui dalam acara USS Yard Sale 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jumat (13/3/2026).
Meskipun demikian, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi sepatu kulit tetap baik dan tahan lama.
Cara Merawat Sepatu Kulit
1. Gunakan mink oil untuk menjaga kelembapan kulit
Andre mengatakan bahwa penggunaan mink oil dapat membantu merawat sepatu berbahan kulit, terutama untuk jenis pull up leather.
Mink oil merupakan minyak khusus yang biasa digunakan untuk merawat produk berbahan kulit agar tetap lembap dan tidak mudah kering.
Menurutnya, mink oil berfungsi menambah kelembapan pada permukaan kulit sepatu sehingga tampilannya tetap terjaga.
“Kalau untuk pull up leather biasanya pakai mink oil supaya kulitnya bisa rejuvenate,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya kulit sepatu sudah memiliki minyak alami. Namun, seiring pemakaian, kelembapan tersebut bisa berkurang sehingga perlu ditambah dengan perawatan seperti mink oil.
Penggunaan mink oil dapat membantu menjaga kondisi kulit sepatu agar tetap lentur sekaligus memberikan tampilan yang lebih berkilau.
2. Gunakan sepatu kulit secara rutin
Andre mengatakan sepatu kulit justru bisa terlihat lebih menarik ketika sering digunakan. Karena itu, sepatu kulit sebaiknya tidak hanya disimpan di lemari tanpa pernah dipakai.
Menurutnya, bekas lipatan atau perubahan warna yang muncul dari pemakaian justru menjadi karakter alami yang membuat sepatu terlihat lebih unik.
“Sepatu kulit semakin dipakai justru semakin bagus karena bekas-bekasnya itu yang bikin karakter,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi ini berbeda dengan sepatu berbahan lain seperti sneakers yang terkadang terlihat kusam ketika terlalu sering dipakai.
3. Simpan sepatu di tempat kering dengan silica gel
Selain perawatan bahan, cara menyimpan sepatu juga berpengaruh terhadap ketahanan sepatu kulit.
Andre menyarankan agar sepatu disimpan di dalam kotak atau lemari yang dilengkapi silica gel agar kelembapan tetap terkontrol.
“Kalau bisa simpan di box yang ada silica gel-nya. Kalau di lemari juga pastikan ada silica gel,” katanya.
Silica gel berfungsi menyerap kelembapan di sekitar sepatu sehingga dapat membantu mencegah munculnya jamur atau kerusakan pada bahan kulit.
4. Hindari menyimpan sepatu terlalu lama
Andre juga mengingatkan agar sepatu tidak disimpan terlalu lama tanpa pernah dipakai.
Hal ini karena sebagian besar sepatu tetap menggunakan lem sebagai salah satu komponen perekat, meskipun konstruksinya sudah dijahit.
Jika sepatu terlalu lama disimpan, terutama di tempat yang panas, lem pada sepatu dapat mengering dan berisiko terlepas.
“Sepatu walaupun sudah dijahit tetap ada lemnya. Lem itu juga ada umurnya,” tuturnya.
Maka dari itu, sepatu sebaiknya tetap digunakan secara berkala agar kondisinya tetap terjaga.
Dengan perawatan yang tepat, sepatu kulit tidak hanya lebih awet tetapi juga dapat mempertahankan tampilan klasik yang menjadi daya tarik utamanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang