Nyepi 2026, Polda Bali Siapkan Masjid dan Musala untuk Penampungan Pemudik Gilimanuk

Kepolisian Daerah (Polda) Bali telah menyiapkan skema darurat bagi para pemudik yang diprediksi masih tertahan di ujung barat Pulau Dewata menjelang penghentian total aktivitas penyeberangan.
Langkah antisipasi ini dilakukan untuk menghormati kekhusyukan umat Hindu yang akan melaksanakan Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Berdasarkan jadwal, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup total pada 19 Maret 2026, pukul 05.00 WITA.
Skema Penampungan dan Shelter Darurat
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk menjamin kenyamanan pemudik yang gagal mengejar kapal terakhir. Berikut poin-poin skemanya:
- Penyediaan Shelter Resmi: Pihak ASDP menyediakan fasilitas penampungan di dalam area pelabuhan bagi pemudik yang sudah tiba namun tidak sempat menyeberang.
- Fasilitas Umum dan Rumah Ibadah: Bagi pemudik yang masih dalam perjalanan, petugas mengarahkan mereka untuk memanfaatkan Masjid atau Musala terdekat di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat sementara.
- Ketertiban Wilayah: Pengalihan ke tempat ibadah ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di badan jalan yang dapat mengganggu lingkungan sekitar saat ritual Nyepi berlangsung.
"Apabila terdapat pemudik yang belum dapat menyeberang hingga mendekati waktu penutupan pelabuhan, pihak ASDP telah menyiapkan langkah antisipasi berupa penyediaan tempat penampungan sementara," ujar Kombes Pol Ariasandy, Selasa (17/3/2026).
Strategi Percepatan Arus di Selat Bali
Untuk mengurai antrean yang mengular, otoritas pelabuhan dan kepolisian menerapkan skema operasional sangat padat:
- Pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB): Sebanyak 34 hingga 35 unit kapal dioperasikan secara maksimal. Kapal langsung memuat kendaraan sesaat setelah bongkar muatan dari Pelabuhan Ketapang tanpa menunggu jadwal normal.
- Optimalisasi Dermaga: Pemanfaatan dermaga MB I hingga MB IV serta dermaga LCM dipacu untuk melayani kendaraan pribadi yang telah memiliki tiket.
- Rekayasa Lalu Lintas: Penerapan pola satu arah (one way) dalam radius 4,5 KM dan pengalihan kendaraan kecil ke Buffer Zone Kargo untuk memisahkan alur dengan truk logistik.
Data Lonjakan Arus Mudik H-6
Berdasarkan pantauan hingga 16 Maret 2026, arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu:
- Total Penumpang: 80.416 orang (naik 33,8 persen).
- Kendaraan Roda Dua: 18.306 unit (naik 52,7 persen).
- Kendaraan Roda Empat: 5.044 unit (naik 9,2 persen).
- Bus: 945 unit (naik 39 persen).
- Total Kendaraan Keseluruhan: 25.885 unit (naik 35,4 persen).
- Truk Logistik: 1.590 unit (mengalami penurunan sebesar 13,4 persen).
Hingga saat ini, ekor antrean dilaporkan masih berada di sekitar KM 15. Namun, pihak kepolisian optimis proses evakuasi akan tuntas tepat waktu mengingat kondisi cuaca di Selat Bali sangat mendukung dengan kecepatan angin rendah.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong percepatan operasional di lapangan.
“Kementerian Perhubungan terus memastikan layanan transportasi berjalan aman, lancar, dan terkendali,” tegas Menhub Dudy di Jakarta.
GM ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengimbau seluruh pengguna jasa untuk terus mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama sebelum pelabuhan resmi ditutup.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Pemudik Tak Keburu Menyeberang Saat Nyepi, Shelter di Gilimanuk Bali Bisa Jadi Tempat Singgah
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang