152.224 Pemudik Tinggalkan Bali, Pelabuhan Gilimanuk Macet
7 Lebaran 2026, setidaknya tercatat ada 152.224 pemudik meninggalkan Bali menumpangi kapal Ferry menuju Pulau Jawa. Kondisi ini membuat Pelabuhan Gilimanuk macet.
Data Posko Angkutan Lebaran PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan, jumlah tersebut merupakan akumulasi arus penumpang sejak H-10 hingga H-7 Lebaran 2026 di lintasan Gilimanuk–Ketapang.
Selain penumpang, total kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa selama periode tersebut mencapai 48.877 unit.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan, peningkatan mobilitas kendaraan terjadi seiring tingginya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran, dan penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.
"Peningkatan pergerakan kendaraan terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat dan kendaraan logistik yang menyeberang dari Bali menuju Jawa menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi,” ujar dia, Minggu (15/3/2026) dikutip dari
ASDP tambah armada kapal
Melihat situasi ini, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menambah jumlah armada kapal feri menjadi 35 unit dari sebelumnya 30 kapal.
Penambahan ini dilakukan untuk mengurai lonjakan arus pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, yang terus meningkat menjelang Lebaran 2026.
Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi pada BPTD Kelas II Provinsi Jawa Timur, Bayu Kusumo Nugroho, mengatakan bahwa kondisi arus mudik pada lintasan Ketapang–Gilimanuk membutuhkan penanganan khusus berupa penambahan armada.
"Pada kondisi normal, kapal feri yang beroperasi sebanyak 28 unit dan ditambah menjadi 30 unit. Namun karena hari ini arus mudik terus meningkat, kami tingkatkan lagi menjadi 35 kapal," ujarnya di Banyuwangi, Sabtu (15/3/2026) dikutip
5 kapal kapasitas besar jadi prioritas sandar
Bayu menjelaskan bahwa lima kapal tambahan dengan kapasitas besar dioperasikan menggunakan pola tiba bongkar muat
Artinya, kelima kapal tersebut diprioritaskan untuk melakukan pemuatan di Pelabuhan Gilimanuk demi mengurai antrean pemudik, sementara di Pelabuhan Ketapang hanya melakukan proses bongkar muatan.
"Jadi lima kapal feri dengan kapasitas besar ini menjadi prioritas sandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk untuk pemuatan, sedangkan di Pelabuhan Ketapang hanya untuk bongkar muatan," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang