Terjebak Modus Lowongan Kerja di Dating Apps, Pemuda Ini Mengalami Nasib Mengerikan
Harapan untuk mendapatkan pekerjaan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang pemuda asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria berinisial YKB (24) diduga menjadi korban sindikat lowongan kerja palsu di Bali yang berujung pada penyekapan, penganiayaan, hingga permintaan uang tebusan kepada keluarganya.
Ilustrasi aplikasi.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik setelah korban berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian.
Menurut informasi yang beredar, dikutip VIVA Jum'at, 12 Juni 2026, YKB awalnya menerima tawaran pekerjaan yang disebut-sebut berasal dari kenalan yang ditemuinya melalui aplikasi kencan atau dating apps. Tawaran tersebut terdengar menggiurkan karena menjanjikan posisi sebagai staf administrasi sekaligus asisten pribadi di sebuah vila yang berada di kawasan Umalas, Kerobokan, Bali.
Korban kemudian diminta datang untuk mengikuti proses wawancara kerja. Dalam komunikasi tersebut, ia diarahkan untuk menemui dua orang perempuan yang disebut sebagai Bu Amanda dan Bu Kenzo.
Tanpa menaruh curiga, YKB memenuhi undangan tersebut dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Namun setibanya di lokasi, situasi berubah drastis. Korban mengaku seluruh barang pribadinya dirampas oleh para pelaku.
Tidak berhenti sampai di situ, ia juga dipindahkan ke lokasi lain yang tidak diketahui. Di tempat tersebut, korban diduga mengalami penyekapan dan berbagai tindakan kekerasan.
Menurut keterangan yang beredar, para pelaku bahkan menuduh korban melakukan pencurian uang dan pelecehan sebagai alasan untuk menekan serta mengintimidasinya
Situasi semakin mencekam ketika para pelaku menghubungi keluarga korban. Mereka diduga meminta uang tebusan sebesar Rp100 juta dengan ancaman serius jika permintaan tersebut tidak dipenuhi. Ancaman terhadap keselamatan korban membuat keluarga berada dalam kondisi panik dan ketakutan.
Dalam kasus ini, aksi kejahatan tersebut disebut tidak hanya melibatkan dua perempuan yang menawarkan pekerjaan, tetapi juga beberapa pria yang diduga ikut berperan dalam penyekapan dan intimidasi terhadap korban.
Di tengah situasi yang menegangkan, YKB akhirnya menemukan kesempatan untuk melarikan diri. Setelah berhasil keluar dari tempat penyekapan, ia segera mencari pertolongan dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada aparat kepolisian.
Keberhasilannya kabur menjadi titik penting yang akhirnya membuka dugaan praktik sindikat lowongan kerja palsu yang beroperasi dengan modus perekrutan tenaga kerja.
Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, menyatakan bahwa aparat telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut.
Ilustrasi polisi
"Kepolisian Polsek Kuta telah melakukan penyelidikan terkait hal tersebut dan dalam proses penanganan," ujar Iptu Gede Adi Saputra Jaya.
Saat ini, polisi masih memburu para terduga pelaku yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.