Top 16+ Pemudik Pingsan di Pelabuhan Gilimanuk, Mengenal Heat Syncope dan Cara Menanganinya

Sebanyak 16 orang pemudik dilaporkan jatuh pingsan saat tengah mengantre di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Selain faktor kelelahan akibat perjalanan jauh, cuaca panas yang menyengat di ujung barat Pulau Bali tersebut disinyalir menjadi penyebab utama para pemudik mengalami heat syncope.
Lantas, apa sebenarnya heat syncope yang kerap menyerang warga saat cuaca panas ekstrem dan bagaimana membedakannya dengan pusing biasa?
Apa Itu Heat Syncope?
Heat syncope merupakan kondisi kehilangan kesadaran sementara akibat penurunan aliran darah ke otak yang dipicu oleh paparan panas. Manajer Medis di RS Yasmin Banyuwangi, dr. Handri Irawan, MMRS, menjelaskan bahwa kondisi ini muncul secara mendadak.
"Gejala biasanya muncul lebih mendadak dan sering didahului tanda-tanda khas, seperti pandangan mulai menggelap atau berkunang-kunang, telinga berdenging, hingga rasa melayang atau seperti akan jatuh," ujar dr. Handri kepada Kompas.com, Senin (16/3/2025).
Ia menambahkan bahwa penderita juga akan merasakan tubuh lemas tiba-tiba, keluar keringat dingin, serta mual.
"Jika kondisi ini tidak segera ditangani, penderita bisa kehilangan kesadaran dalam beberapa detik hingga menit," tegasnya.
Menurut dr Handri, masyarakat perlu memahami perbedaan antara pusing karena kelelahan biasa dengan gejala heat syncope agar dapat melakukan penanganan yang tepat.
Ia menyebut, pusing karena kelelahan muncul karena kombinasi kurang tidur, stres perjalanan, dehidrasi ringan, atau posisi duduk terlalu lama.
Ciri-cirinya adalah kepala terasa berat atau seperti tertekan dan kadang disertai tegang pada leher atau bahu. Keluhan itu muncul perlahan dan membaik setelah istirahat atau makan. Selain itu kesadaran tetap baik.
Menurut dr. Handri, risiko ini meningkat pada kelompok usia tertentu.
"Yang paling rentan adalah anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Karena kebutuhan cairan pada ketiga kelompok itu berbeda dengan lainnya," jelasnya.
Langkah Pertolongan Pertama
PINGSAN - Suasana saat sejumlah pemudik yang pingsan saat dalam antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Minggu 15 Maret 2026.
Jika menemukan orang yang jatuh pingsan akibat panas, dr. Handri menyarankan langkah-langkah evakuasi yang tepat dan aman."Bawa dia ke tempat yang aman, misalkan di jalan, pinggirkan dulu ke tepi, cari tempat teduh, bangunkan. Jika ada respon, posisikan korban setengah duduk atau duduk baru boleh dikasih minum," papar dr. Handri.
Namun, ia memberikan peringatan keras terkait pemberian air minum pada korban yang belum sadar.
"Jangan memberi minum air saat korban terlentang dan tidak merespon panggilan kita," tuturnya memperingatkan risiko tersedak.
Untuk menghindari risiko heat syncope selama perjalanan jauh, dr. Handri menyarankan pemudik untuk mengatur ritme perjalanan dengan baik.
"Istirahat setiap 2-3 jam perjalanan selama kurang lebih 15-30 menitan," pungkasnya.
Langkah ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas suhu tubuh dan sirkulasi darah agar tetap optimal meski di tengah cuaca panas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang