Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Tembus 143 Juta Orang, Ini Hal yang Perlu Disiapkan Keluarga
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi mudik kembali menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat Indonesia. Bagi banyak keluarga, perjalanan pulang ke kampung halaman bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi juga kesempatan untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat.
Setiap tahunnya, mobilitas masyarakat memang meningkat tajam selama Ramadhan hingga Lebaran. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bahkan memprediksi sekitar 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini. Angka tersebut menunjukkan betapa besar antusiasme masyarakat untuk pulang dan merayakan hari raya bersama keluarga. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Di balik semarak perjalanan itu, ada banyak hal yang biasanya mulai dipersiapkan jauh-jauh hari. Selain memastikan kondisi tubuh tetap sehat selama perjalanan panjang, banyak keluarga juga mulai memikirkan perencanaan finansial agar momen Lebaran tetap bisa dirayakan dengan nyaman tanpa menimbulkan beban setelahnya.
Chief of Agency FWD Insurance, Ang Tiam Kit, menilai bahwa Ramadan dan Idul Fitri memang sering menjadi waktu bagi keluarga untuk kembali mengevaluasi berbagai rencana hidup, termasuk perlindungan finansial.
“Ramadhan dan Idul Fitri adalah momen yang sangat berarti bagi keluarga Indonesia. Di tengah meningkatnya mobilitas dan berbagai persiapan menyambut hari raya, perlindungan jiwa menjadi bagian penting dalam perencanaan keluarga. Melalui FWD Rencana Sejahtera, kami ingin membantu masyarakat merayakan kebersamaan dengan lebih nyaman dan percaya diri melalui solusi perlindungan berbasis prinsip syariah yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” jelas Ang dalam keterangannya, dikutip Senin 16 Maret 2026.
Perencanaan keuangan memang menjadi salah satu hal yang kerap menimbulkan kekhawatiran. Survei yang dilakukan oleh FWD Group menunjukkan lebih dari 70 persen responden kelas menengah di Asia merasa cemas terhadap kondisi kesejahteraan finansial mereka. Kekhawatiran tersebut bahkan kerap membuat sebagian orang menunda perencanaan jangka panjang.
Padahal, bagi banyak keluarga, perencanaan finansial tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Hal-hal sederhana seperti mengatur anggaran mudik, menyiapkan dana darurat, hingga mempertimbangkan perlindungan keuangan dapat membantu memberikan rasa aman dalam jangka panjang.
Namun pada akhirnya, esensi dari berbagai perencanaan tersebut tetap kembali pada tujuan utama: menghadirkan rasa tenang bagi keluarga.
“Melalui Asuransi Jiwa Syariah FWD Rencana Sejahtera, kami ingin terus mendukung keluarga Indonesia untuk menghadirkan ketenangan nyata, agar keluarga bisa fokus pada hal yang paling penting, yaitu kebersamaan. Hal ini juga menjadi bagian dari visi kami dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi, untuk menjadi mitra perlindungan dalam merayakan kehidupan,” tutup Ang.