Jumlah Penumpang Lebaran Diprediksi Tembus 5,82 Juta, ASDP Terapkan Single Tarif
Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Theodore Natalianto Lasse memproyeksi, jumlah penumpang pada musim Angkutan Lebaran 2026 bakal mencapai 5,82 juta orang.
Dia mengatakan, angka itu mengalami peningkatan sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera.
"Kita memprediksi bahwa di tahun ini akan ada peningkatan jumlah kendaraan maupun penumpang sebesar 9 persen untuk Pulau Jawa dan Sumatera," kata Rio di kantornya, Kamis, 12 Maret 2026.
Penumpang ASDP.
Dia merinci, peningkatan 6 persen akan terjadi pada jumlah perjalanan menjadi 23.420 perjalanan, untuk rute Jawa-Sumatera. Sementara jumlah kendaraan diperkirakan bakal meningkat 9,3 persen menjadi 1,47 juta kendaraan.
Dimana dari total 1,47 juta kendaraan itu, antara lain terdiri dari kendaraan roda dua (R2) sebanyak 624 ribu unit atau naik 11,0 persen, kendaraan kecil roda empat (R4 KK) 638 unit atau naik 10,6 persen, bus 51.451 unit atau naik 8,0 persen, dan truk 161.056 unit atau naik 5,0 persen.
Sementara untuk rute Sumatera-Jawa, jumlah trip kapal diprediksi bakal naik 7,0 persen, jumlah penumpang meningkat 11,2 persen, dan jumlah total kendaraan diperkirakan naik 10,6 persen. Rinciannya, jumlah sepeda motor diproyeksikan naik 12,0 persen, kendaraan roda empat pribadi 11,0 persen, bus 8,7 persen, dan truk 5,0 persen.
Selanjutnya, pada rute Jawa-Bali jumlah perjalanan kapal diprediksi meningkat 6,0 persen, dengan kenaikan penumpang sebesar 10,0 persen. Sementara jumlah kendaraan juga diperkirakan naik 9,3 persen, dimana jenis sepeda motor akan meningkat 9,0 persen, kendaraan roda empat pribadi 11,0 persen, bus 9,5 persen, dan truk 5,0 persen.
Sementara untuk rute Bali-Jawa, trip kapal diprediksi naik 5,0 persen, jumlah penumpang 9,5 persen, dan kendaraan 8,7 persen. Jika dirinci, sepeda motor diperkirakan meningkat 8,0 persen, kendaraan roda empat pribadi 10,6 persen, bus 10,0 persen, serta truk 5,0 persen.
Selain itu, lanjut Rio, ASDP juga menerapkan single tarif untuk arus mudik pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, dan untuk arus balik yakni pada tanggal 23-29 Maret.
"Kalau dilihat secara nilainya itu, rata-rata pengguna jasa akan mendapatkan 40-51 persen dengan adanya single tarif ini. Harapannya supaya ada kelancaran proses muat kendaraan ke atas kapal, sehingga para pengguna jasa itu tidak perlu memilih harus melewati jalur eksekutif," kata Rio.
“Kemudian untuk stimulus tarif yang berlaku dari tanggal 12 Maret sampai dengan 31 Maret, 2025, akan diperlakukan di 7 lintasan,” ujarnya.
Sebagai informasi, stimulus ini merupakan diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan atau setara dengan 21,9 persen dari harga tiket, untuk lintasan Merak-Bakauheni (Reguler PP), Merak-Bakauheni (Eksekutif PP), Ketapang-Gilimanuk (PP), Lembar-Padangbai (PP), Kayangan-Pototano (PP), Tanjung Uban-Telaga Punggur (PP), Ajibata-Ambarita (PP), serta Sape-Labuan Bajo (PP).
ASDP Juga memastikan bahwa penyeberangan menuju Bali akan ditutup selama momentum Nyepi, sehingga dipastikan operasional penyeberangan menuju Bali diberhentikan sementara.