Polisi Pastikan Dapat CCTV di Sekitar Lokasi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Polda Metro Jaya memastikan telah mengamankan sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Andrie Yunus disiram air keras ketika korban mengendarai motor di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.
Rekaman CCTV saat ini tengah dianalisis penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelaku dalam kasus tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan bahwa penyidik telah mengumpulkan puluhan rekaman CCTV dari beberapa sumber.
"Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini mulai berangkat dan kembalinya," kata Iman dalam konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, dikutip dari Antara, Senin (16/3/2026).
CCTV di Sekitar Lokasi Penyiraman Air Keras
Ia menjelaskan, puluhan CCTV tersebut berasal dari berbagai instansi maupun milik warga di sekitar lokasi kejadian.
Ke-86 titik tersebut terdiri dari tujuh kamera dari sistem ETLE, 27 kamera milik Diskominfotik, delapan kamera milik Dinas Perhubungan, serta 44 kamera pengawas milik warga.
"Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video, dengan durasi 10.320 menit," ucapnya.
"Sehingga kami membutuhkan waktu cukup lama dalam menganalisa digital terhadap video rekaman CCTV," jelas Iman.
Pergerakan Pelaku Terekam CCTV
Berdasarkan analisis sementara, penyidik menduga para pelaku sudah mengikuti pergerakan korban sebelum peristiwa penyiraman terjadi.
"Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas dengan jalur dimulai dari pergerakan para pelaku ini dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur atau sekitar depan Stasiun Gambir," kata Iman.
Polisi menduga ada empat orang yang terlibat dalam aksi tersebut dengan menggunakan dua sepeda motor.
Mereka sempat menunggu korban di depan KFC Cikini sebelum mengikuti pergerakan korban menuju Jalan Diponegoro hingga ke arah Jalan Salemba 1.
"Saat kejadian pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba 1 persimpangan Jalan Talang wilayah Jakarta Pusat, di sana tempat kejadian perkara terjadi dan puji syukur kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga ini sangat membantu di dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami," kata Iman.
Ia menambahkan, keberadaan CCTV di sejumlah jalur utama maupun alternatif di Jakarta sangat membantu proses pengungkapan kasus tersebut.
"Apalagi pada beberapa titik atau sebagian besar titik CCTV yang terpasang di wilayah Jakarta memiliki resolusi yang cukup tinggi sehingga pada beberapa tempat dapat diperoleh gambar yang cukup jelas," katanya.
Polisi Lakukan Penyelidikan Berbasis Sains
Sebelumnya, Polda Metro Jaya sudah menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyelidik saat ini terus bekerja di lapangan untuk mengungkap pelaku.
"Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku di balik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan 'scientific crime investigation'," kata Budi dikutip dari Antara, Minggu (15/3/2026).
Budi menambahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga memberikan atensi khusus agar pengungkapan kasus tersebut menjadi prioritas.
"Mari kita beri ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat segera mengungkap dan menangkap pelakunya," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang