Cerita Warga Sekitar Lokasi Syuting Film Abadi Nan Jaya: Sawah Disewa, Jalan Ditutup

Film Indonesia tahun 2025 berjudul Abadi Nan Jaya menyimpan kisah menarik dari balik layar, utamanya bagi warga di sekitar lokasi syuting.
Sebagian adegan film tentang zombie yang tengah ramai diperbincangkan di jagat maya itu diambil di Padukuhan Ngijo dan Jombor, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Meski proses pengambilan gambar dilakukan pada pertengahan 2024 lalu, warga masih mengingat bagaimana kampung mereka sempat berubah wajah menjadi lokasi syuting film Abadi Nan Jaya.
Sawah Disulap Jadi Lokasi Syuting
Di Padukuhan Jombor, hamparan sawah hijau yang dikelilingi perbukitan menjadi latar utama pengambilan gambar.
Lahan dekat sebuah kandang ternak di kawasan itu juga diubah menjadi kantor polisi untuk kebutuhan adegan film.
"Setahun lalu, sawah saya digunakan untuk taman dan jalan untuk syuting. Kebetulan kantor polisi itu sebelahan dengan sawah saya, jadi ikut disewa," ujar Sariyanti, warga Jombor, Jumat (31/10/2025), dikutip dari Kompas.com.
Sumiyati, warga lainnya, juga mengaku lahannnya sempat digunakan untuk pembuatan jembatan dalam film.
"Kalau ada kerusakan diganti. Saya waktu itu lahannya dipakai buat jembatan, dikasih ganti sekitar Rp 1 jutaan. Jadi enggak merugikan petani," tuturnya.
Ia menilai para kru film ramah dan menghargai warga sekitar.
Akses Jalan Ditutup dan Dijaga Ketat
Selama proses syuting yang berlangsung sekitar satu bulan, kawasan itu benar-benar steril dari aktivitas warga.
Jalan masuk ditutup dan dijaga ketat oleh petugas keamanan produksi, termasuk warga yang dilibatkan dalam penjagaan.
"Warga enggak boleh keluar rumah, semua jalan ditutup waktu syuting," kata Sariyanti.
Bahkan, ia sempat harus memutar jalan saat mengantar anaknya ke sekolah karena akses menuju lokasi ditutup total.
Bejo Riyanto, warga lain, mengaku sempat tidak bisa ke sawah karena semua akses ditutup. Meski panennya tertunda, ia tetap mendapatkan kompensasi dari pihak rumah produksi.
"Ya tidak bisa ke sawah, padahal itu pas mau panen. Jadi agak mundur," ucapnya.
Saat Malam, Lampu Rumah Dimatikan dan Tak Ada Suara
Lanjut Sariyanti, saat proses pengambilan gambar malam hari, suasana kampung dibuat tanpa suara dan gelap total.
Semua lampu di rumah-rumah warga sekitar harus dimatikan agar tidak mengganggu proses pengambilan gambar.
"Kalau di rumah juga malam dimatikan lampunya semua, tidak boleh ada yang dihidupkan," imbuhnya.
Tak Ada yang Boleh Unggah Proses Syuting
Selama pengambilan gambar, warga juga diminta untuk tidak membagikan foto atau video proses pembuatan film di media sosial.
"Enggak boleh. Enggak ada yang berani upload," tandas Sariyanti.
Dengar Ledakan dan Lihat Bangunan Bekas Terbakar
Salah satu kejadian yang diingat warga adalah ledakan di lokasi syuting film Abadi Nan Jaya.
Menurut Sariyanti, ledakan tersebut berasal dari bangunan Polsek. Bangunan baru di dekat kandang ternak yang sengaja dibuat untuk keperluan film.
"Yang diledakkan bukan ini (kandang ternak), tapi bikin bangunan sendiri terus diledakkan," tuturnya.
Sumiyati menambahkan, dirinya mendengar suara ledakan dari kejauhan. Namun, hanya bisa melihat dari kejauhan.
"Tidak boleh mendekat, ditutup dan dijaga. Kalau mau melihat, dari rumah warga. Terakhir kebakaran malam hari. Pagi harinya melihat bekasnya," tukasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.