Brantas Abipraya Kirim Bantuan Seratusan Juta ke Korban Bencana Sumatera di Sekitar Lokasi Proyek

Kantor Brantas Abipraya
Kantor Brantas Abipraya

 PT Brantas Abipraya (Persero) menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, salah satunya di Kota Padang, Sumatera Barat. Khususnya bagi yang berada di dekat proyek-proyek perusahaan, yaitu senilai Rp 161.000.000 dan bakal terus bertabah.

Bantuan ini pun disalurkan melalui sinergi Brantas Abipraya dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V) Padang - Kementerian Pekerjaan Umum. Hal itu memperkuat kerja sama antara pemerintah dan BUMN dalam mempercepat penanganan darurat, sekaligus memastikan masyarakat terdampak dapat segera merasakan dukungan yang mereka butuhkan.

“Hingga saat ini, bantuan telah menjangkau lima titik terdampak, yaitu Nagari Sungai Landai, Kabupaten Agam; Nagari Malalo, Kabupaten Tanah Datar; Lubuk Minturun, Kota Padang; Nagari Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan; dan Lokasi tambahan sesuai hasil koordinasi BNPB & Kementerian PU,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, dikutip dari keterangannya, Selasa, 2 Desember 2025.

Dian menambahkan, ragam bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan dasar, logistik darurat, perlengkapan posko, serta beragam dukungan lain yang disesuaikan dengan situasi setiap daerah. Melalui aksi ini, perusahaan memastikan bahwa setiap paket yang tiba tidak hanya berupa barang, tetapi juga wujud perhatian dan harapan untuk mempercepat pemulihan masyarakat.

Disalurkan lewat tim proyek, perusahaan juga menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmennya, sekaligus bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk terus menghadirkan kebermanfaatan bagi negeri.

“Sebagai BUMN konstruksi yang selalu berusaha hadir di saat negeri membutuhkan, kami berkomitmen untuk mendukung percepatan penanganan darurat serta membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana,” imbuh Dian.

Dia menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan di wilayah terdampak, memperbaharui distribusi bantuan, dan menjaga koordinasi erat dengan BNPB serta Kementerian PU. Semua dilakukan agar setiap dukungan yang diberikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pemulihan yang berkelanjutan.