Polisi Sebut Warga Sipil Tak Terlibat di Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Polisi tak menemukan bukti keterlibatan warga sipil dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Ia menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras Andrie Yunus dilimpahkan ke Puspom TNI karena adanya keterlibatan prajurit TNI.
"Tadi sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan dan sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil sampai dengan proses penyerahan," kata Iman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Selasa, 31 Maret 2026.
Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus
Namun, dia mengatakan bahwa setiap penegakan hukum yang dilakukan akan selalu berbasis fakta hukum yang diperoleh dari proses penyidikan.
Untuk itu, dia mengajak seluruh pihak untuk sama-sama berdoa untuk kesembuhan Andrie Yunus dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dia pun berterima kasih kepada seluruh pihak atas seluruh masukan dan koreksi terhadap kepolisian.
"Seluruh masukan dan koreksi yang akan menjadi pedoman dan obat bagi kami untuk kami berbuat lebih baik lagi dalam pelayanan kepada masyarakat, bangsa, negara," kata dia.
Diketahui, sebanyak empat prajurit TNI terlibat dalam aksi penyiraman air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Hal tersebut diungkap Danpuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto. Yusri mengaku baru mendapatkan informasi terkait dugaan keterlibatan empat prajurit TNI itu pada Rabu, 18 Maret 2026 pagi.
"Jadi tadi pagi, saya telah menerima, menerima dari Denma Bais TNI, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus," kata Yusri dalam konferensi pers, Rabu, 18 Maret 2026.
Yusri menuturkan, keempat prajurit TNI itu sudah diamankan. Pihaknya pun tengah mendalami motif di balik aksi penyiraman air keras ke Andrie Yunus.
"Jadi kita juga masih mendalami apa nih motifnya dari empat yang diduga pelaku tadi," tutur dia.
Luka yang diderita Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus buntut disiram air keras
Atensi Presiden Prabowo
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus merupakan tindakan kriminal serius yang tergolong sebagai terorisme.
Dia menegaskan, serangan air keras ke Andrie Yunus harus diusut tuntas sampai ke dalang di balik peristiwa itu.
"Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” kata Prabowo, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kamis, 19 Maret 2026.
Prabowo menuturkan, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan harus mampu mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
“(Termasuk) siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” tutur dia.
Lebih lanjut, Prabowo juga menegaskan, negara tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik. Ia memastikan, jika ada keterlibatan aparat dalam kasus kekerasan itu, maka proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.
“Ya jelas dong (kalau itu dari aparat). Tidak akan! (ada impunitas). Saya menjamin!” ujar dia.
“Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini,” sambung Prabowo.