Jelang Nyepi, 309.135 Penumpang Tinggalkan Bali, Antrean Gilimanuk Kurang Jadi 20 Km

Pelabuhan Gilimanuk, Lebaran 2026, Jelang Nyepi, 309.135 Penumpang Tinggalkan Bali, Antrean Gilimanuk Kurang Jadi 20 Km

Sejak H-10 hingga H-5 periode Angkutan Lebaran 2026, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat mencapai 309.135 orang. 

Jumlah tersebut naik 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 306.839 orang.

Untuk kendaraan, dalam rentang waktu yang sama tercatat sebanyak 97.787 unit telah menyeberang ke Jawa. 

Angka ini meningkat 2,8 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 95.080 unit.

Sementara itu, pada H-5 atau 16 Maret 2026, pergerakan penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 76.495 orang dalam kurun waktu 24 jam. 

Jumlah ini mengalami kenaikan 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 74.321 orang.

Kemudian, total kendaraan yang menyeberang pada H-5 mencapai 23.025 unit, terdiri dari 14.398 sepeda motor, 6.350 kendaraan roda empat, 1.339 truk, dan 938 bus.

Penyebab Pelabuhan Gilimanuk Macet

Sebelumnya, terjadi kemacetan panjang di Pelabuhan Gilimanuk jelang cuti bersama dan hari libur nasional Nyepi serta Lebaran 2026.

Lonjakan arus menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi karena banyak masyarakat memilih menyeberang lebih awal. 

Hal ini berkaitan dengan rencana penutupan sementara lintasan Gilimanuk–Ketapang dan Padangbai–Lembar saat perayaan Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.

Di sisi lain, kepadatan antrean tidak hanya dipicu oleh tingginya volume kendaraan. 

Kondisi lalu lintas di sepanjang jalur menuju pelabuhan, termasuk aktivitas di area layanan seperti stasiun pengisian bahan bakar dan fasilitas pendukung perjalanan, juga turut memperlambat pergerakan kendaraan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan antrean kendaraan yang sempat mencapai sekitar 36 kilometer kini mulai berkurang dan terpantau padat mengalir dengan panjang sekitar 20 kilometer menuju pelabuhan.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa seluruh kapasitas operasional telah dikerahkan untuk mengurai kepadatan.

“ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak,” ujar Yossi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (17/3/2026).

"Kami memahami banyak pengguna jasa yang mengejar waktu perjalanan sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi, sehingga seluruh sumber daya kami kerahkan untuk mempercepat layanan penyeberangan," tambahnya.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menyebutkan, rekayasa lalu lintas turut diterapkan bersama para pemangku kepentingan guna memperlancar arus kendaraan menuju pelabuhan.

“Kendaraan kecil juga diarahkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini terpantau terisi guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan,” ujar Arief.

Dari sisi operasional, lintasan Ketapang–Gilimanuk saat ini dilayani dengan intensitas tinggi melalui pengerahan 34 kapal. 

Selain itu, diterapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di sejumlah dermaga seperti MB2, MB4, LCM, dan Bulusan.

“Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani skema TBB, di mana kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru, sehingga perputaran kapal menjadi lebih cepat,” jelas Arief.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ASDP terus berupaya menjaga layanan penyeberangan tetap aman, lancar, dan kondusif sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tetap berjalan dengan baik,” katanya menandaskan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang