Antrean Gilimanuk Susut dari 36 Km Jadi 20 Km, ASDP Ngebut Urai Kemacetan
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai berkurang.
Jika sebelumnya kepadatan kendaraan sempat mencapai sekitar 36 kilometer, kini panjang antrean terpantau menyusut menjadi sekitar 20 kilometer dan tetap bergerak.
Berdasarkan keterangan ASDP yang diterima Kompas.com, Selasa (17/3/2026) pukul 12.38 WIB, pengurangan antrean terjadi setelah ASDP mengoptimalkan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Kepadatan sebelumnya dipicu lonjakan kendaraan yang hendak menyeberang lebih awal menjelang penutupan sementara saat Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.
Antrean kendaraan yang mengular juga disebabkan oleh dinamika lalu lintas di sepanjang jalur menuju kawasan Gilimanuk, termasuk kegiatan masyarakat di beberapa lokasi, seperti SPBU maupun fasilitas pendukung perjalanan.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan seluruh kapasitas operasional telah dimaksimalkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan.
“ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak," ujarnya dalam keterangan tertulis.
"Kami memahami banyak pengguna jasa yang mengejar waktu perjalanan sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi, sehingga seluruh sumber daya kami kerahkan untuk mempercepat layanan penyeberangan,” tambahnya.
Langkah ASDP Kurangi Kemacetan
Di lapangan, rekayasa lalu lintas juga diterapkan untuk mengurai kepadatan. General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan kendaraan kecil dialihkan ke area penyangga guna mengurangi beban di jalur utama menuju pelabuhan.
“Kendaraan kecil juga diarahkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini terpantau terisi guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan,” ujar Arief.
Dari sisi operasional, ASDP mengerahkan 34 kapal untuk melayani penyeberangan. Selain itu, diterapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di sejumlah dermaga untuk mempercepat rotasi kapal.
“Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani skema TBB, di mana kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru, sehingga perputaran kapal menjadi lebih cepat,” jelas Arief.
Lonjakan Penumpang dan Kendaraan
ASDP mencatat sebanyak 23.025 unit kendaraan menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk.
Jumlah tersebut terdiri dari 14.398 sepeda motor, 6.350 kendaraan roda empat, 1.339 truk, serta 938 unit bus.
Sementara itu, secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, total kendaraan yang telah menyeberang mencapai 97.787 unit.
Angka ini meningkat 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 95.080 unit.
Kemudian, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 309.135 orang.
Jumlah tersebut melonjak 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 306.839 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang