Macet di Pelabuhan Gilimanuk Tembus 11 Km, ASDP Sebut Sudah Mulai Membaik
Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk saat ini mencapai sekitar 11 kilometer di wilayah Desa Melaya, berdasarkan pemantauan lapangan pada Rabu (18/3/2026) pukul 10.00 Wita.
ASDP menyebut antrean kendaraan mulai menunjukkan tren perbaikan seiring peningkatan kapasitas layanan dan pengaturan arus.
Kondisi ini terjadi akibat lonjakan mobilitas masyarakat yang ingin menyeberang ke Jawa sebelum layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang PP ditutup sementara pada periode 18–20 Maret 2026 menjelang Hari Raya Nyepi.
Lonjakan kendaraan juga bertepatan dengan dimulainya arus mudik Lebaran yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 18 Maret 2026.
Sebelumnya, ASDP melaporkan antrean kendaraan telah berkurang menjadi 20 kilometer pada Selasa (17/3/2026), setelah mencapai 36 kilometer.
Langkah ASDP Usai Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengintensifkan upaya untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan.
Salah satu langkah utama adalah mengerahkan kapal tambahan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara ke lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Kapal tersebut sudah beroperasi penuh guna menambah kapasitas angkut dan mempercepat proses bongkar muat kendaraan sehingga waktu tunggu di pelabuhan dapat berkurang secara bertahap.
Data Posko Gilimanuk untuk periode 24 jam pada 17 Maret 2026 (H-4) mencatat 25.105 unit kendaraan berhasil menyeberang dari Bali ke Jawa, naik 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 24.716 unit.
Kendaraan roda dua menjadi penyumbang terbesar dengan 16.909 unit atau meningkat 7,2 persen.
Total perjalanan kapal mencapai 243 trip, mengangkut 74.263 penumpang. Rincian kendaraan lainnya meliputi 6.016 unit roda empat, 1.586 unit truk, dan 594 unit bus.
Secara akumulasi dari H-10 hingga H-4, jumlah penumpang tercatat 383.398 orang (naik 0,3 persen) dan kendaraan 122.892 unit atau naik 2,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk," ujar Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (18/3/2026).
"Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang