Ketua Komisi X: Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Tak Layak Diterima

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengaku prihatin atas insiden serangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus oleh orang tak dikenal.

Dia prihatin, karena upaya menyuarakan aspirasi masyarakat masih menghadapi resiko besar. Termasuk yang dihadapi Andrie Yunus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ingin menyampaikan keprihatinan saya atas peristiwa yang menimpa sahabat kita Andrie Yunus. Sebagai mantan aktivis NGO, saya juga sangat merasakan bagaimana upaya untuk menyuarakan aspirasi dari masyarakat saat ini masih menghadapi suatu resiko yang sangat besar," kata Hetifah kepada wartawan di kawasan Jakarta Barat, dikutip Senin, 16 Maret 2026.

Hetifah menuturkan, insiden serangan air keras maupun ancaman lainnya tidak layak diterima oleh siapapun, termasuk Andrie Yunus.

"Disiram air keras oleh orang yang tidak bertanggung jawab adalah sesuatu yang tidak layak untuk diterima ataupun ancaman-ancaman lainnya," tutur dia. 

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan mengusut tuntas kasus penyiraman diduga air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, secara profesional, transparan dan mengedepankan metode penyelidikan ilmiah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Sigit saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan proses penyelidikan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif dan berdasarkan bukti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, kata dia, kepolisian saat ini juga tengah mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk kemudian didalami secara bertahap.

“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” ucapnya.