Riset Microsoft Ungkap 40 Pekerjaan yang Paling Rentan Digantikan AI
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terus berkembang pesat diramal akan memengaruhi berbagai jenis pekerjaan.
Hal ini terungkap dalam laporan terbaru yang dirilis Microsoft. Dalam laporan itu, dikatakan bahwa ada sejumlah profesi yang paling rentan tergantikan oleh teknologi AI. Laporan itu juga mencakup daftar pekerjaan yang dinilai masih aman dari kecanggihan AI.
Laporan tersebut menganalisis sekitar 100.000 percakapan pengguna dengan Bing Copilot, chatbot berbasis AI milik Microsoft. Data yang diambil berasal dari periode Januari hingga September 2024.
Data yang digunakan diambil dari pengguna di Amerika Serikat dan disesuaikan dengan data pekerjaan dari O*NET dan BLS (Bureau of Labor Statistics). Microsoft mengeklaim data tersebut bersifat anonim dan tidak disimpan atau langsung dihapus.
Dari data ini, Microsoft mengidentifikasi aktivitas kerja yang paling sering dibantu AI serta potensi keberhasilannya dalam menyelesaikan tugas pengguna. Hasil analisis ini kemudian dikalkulasi ke dalam skor keterpaparan AI untuk tiap profesi.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa AI mendukung banyak tugas, khususnya dalam penelitian, penulisan, dan komunikasi, namun tidak berarti AI mampu sepenuhnya menggantikan seluruh profesi," kata Kiran Tomlinson, peneliti utama Microsoft Research, dikuti KompasTekno dari Fortune, Sabtu (6/9/2025).
Daftar Pekerjaan yang Terancam AI Menurut Microsoft
Daftar Pekerjaan yang Paling Rentan Digantikan AI
Dari riset tersebut, diketahui bahwa profesi penerjemah dan juru bicara adalah yang paling terancam digantikan oleh AI.
Kemudian profesi sejarawan, pramugari, sales layanan jasa, penulis, serta pengarang juga masuk dalam daftar ini.
Daftari ini disusun menggunakan skor AI applicability. Skor ini menunjukkan seberapa besar kemungkinan pekerjaan tersebut dapat dibantu atau digantikan AI.
Skor tersebut memiliki rentang 0-1. Semakin skornya mendekati angka 1, maka semakin tinggi potensi dampak dari AI terhadap profesi tersebut.:
Berikut adalah beberapa profesi yang disebut paling rentan terdampak AI:
- Penerjemah dan Juru Bahasa – 0,49 / 1.00
- Sejarawan – 0,48 / 1.00
- Pramugari – 0,47 / 1.00
- Sales layanan jasa – 0,46 / 1.00
- Penulis dan Pengarang – 0,45 / 1.00
- Staf Layanan Pelanggan – 0,44 / 1.00
- Programmer Mesin CNC – 0,44 / 1.00
- Operator Telepon – 0,42 / 1.00
- Agen Tiket dan Travel – 0,41/ 1.00
- Penyiar Radio dan DJ – 0,41 / 1.00
- Petugas Administrasi Pasar Modal (Brokerage Clerks) – 0,41 / 1.00
- Pengajar Manajemen Pertanian dan Rumah Tangga – 0,41 / 1.00
- Telemarketing – 0,40 / 1.00
- Resepsionis Hotel – 0,40 / 1.00
- Ilmuwan Politik – 0,39 / 1.00
- Reporter dan Jurnalis – 0,39 / 1.00
- Ahli Matematika – 0,39 / 1.00
- Penulis Teknis – 0,38 / 1.00
- Editor Naskah – 0,38 / 1.00
- Pemandu Tamu (Host/Hostess) – 0,37 / 1.00
- Editor – 0,37 / 1.00
- Dosen Bisnis – 0,37 / 1.00
- Humas – 0,36 / 1.00
- Promotor Produk – 0,36 / 1.00
- Sales Iklan – 0,36 / 1.00
- Petugas Akun Baru – 0,36 / 1.00
- Asisten Statistik – 0,36 / 1.00
- Petugas Sewa & Konter – 0,36 / 1.00
- Data Scientist – 0,36 / 1.00
- Penasihat Keuangan – 0,35 / 1.00
- Arsiparis – 0,35 / 1.00
- Dosen Ekonomi – 0,35 / 1.00
- Web Developer – 0,35 / 1.00
- Analis Manajemen – 0,35 / 1.00
- Ahli Geografi – 0,35 / 1.00
- Model – 0,35 / 1.00
- Analis Riset Pasar – 0,35 / 1.00
- Operator Telekomunikasi Darurat – 0,35 / 1.00
- Operator Telepon – 0,35 / 1.00
- Dosen Ilmu Perpustakaan – 0,34 / 1.00
Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AI generatif tidak lagi terbatas di sektor teknologi saja.
Pengaruhnya telah merambah ke berbagai bidang publik yang sebelumnya dianggap aman dari disrupsi teknologi, seperti media, pendidikan, keuangan, pariwisata, hingga layanan pelanggan.
Daftar Pekerjaan yang Masih Relatif Aman dari AI
Meski begitu, laporan Microsoft juga mencantumkan daftar pekerjaan yang diperkirakan masih cukup aman dari ancaman AI.
Profesi-profesi ini umumnya menuntut keterampilan manual, tenaga fisik, intuisi, serta kemampuan penilaian dalam situasi kompleks yang belum bisa direplikasi oleh kecerdasan buatan. Beberapa di antaranya meliputi:
- Operator Kapal Keruk
- Penjaga Jembatan dan Bendungan
- Operator Instalasi dan Sistem Pengolahan Air
- Pembuat Cetakan dan Inti Logam (Foundry)
- Operator Jalur Rel dan Peralatan Pemeliharaan
- Operator Mesin Pemancang (Pile Driver)
- Tukang Amplas dan Finishing Lantai
- Petugas Rumah Sakit (Orderlies)
- Pengemudi Perahu Bermotor
- Operator Peralatan Penebangan Kayu
- Tukang Ganti dan Perbaiki Ban
- Petugas Pengangkut Sampah dan Daur Ulang
- Petugas Sedot Septik dan Pembersih Pipa Saluran Air Limbah
- Pemasang dan Teknisi Katup serta Sistem Kontrol
- Tukang Pengikat dan Pengait Beban (Riggers)
- Nelayan dan Pekerja Terkait Perikanan
- Asisten Tukang Pipa dan Tukang Ledeng
- Pekerja Besi Tulangan dan Beton (Rebar Workers)
- Pekerja Hutan dan Konservasi
- Pembersih Bahan Berbahaya
- Pekerja Struktur Besi dan Baja Bangunan
- Tukang Cat Bangunan dan Pemeliharaan
- Tukang Plester dan Semen Dinding
- Pelatih Fisik (Athletic Trainers)
- Pengawet Jenazah (Embalmers)
- Insinyur Kapal
- Terapis Pijat
- Ahli Atap (Roofers)
- Operator Mesin Penggali dan Pengangkut (Dragline, Excavator)
- Pekerja Isolasi Lantai, Dinding, dan Langit-langit
- Tukang Las, Pemotong, dan Penyambung Logam
- Tukang Ledeng
- Pembuat Boiler dan Tangki Tekanan (Boilermakers)
- Teknisi Perbaikan Peralatan Rumah Tangga
- Petugas Pemadam Kebakaran
- Operator Derek dan Menara
- Petugas Pengendalian Hama
- Masinis dan Pengawas Kereta Api
- Asisten Bedah
- Operator Kereta Bawah Tanah dan Trem
Pekerjaan-pekerjaan ini dinilai sulit digantikan oleh AI karena memerlukan keahlian praktis yang tinggi, interaksi fisik langsung, hingga keterlibatan emosional dengan manusia lain.
Studi ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang sudah terjadi sekarang.
Studi ini juga dilakukan bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai bentuk kesadaran dan dorongan agar pekerja mulai beradaptasi.
Microsoft menekankan, skor tinggi bukan berarti pekerjaan pasti akan hilang, melainkan menunjukkan kecocokan antara aktivitas kerja dengan kemampuan AI saat ini.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.