Lawan Narasi 'Marriage is Scary', Kupilih Jalur Langit Tampilkan Cerita Pernikahan Lebih Relate
Film Kupilih Jalur Langit mulai mencuri perhatian publik setelah merilis trailer resminya dalam konferensi pers yang digelar di Gedung MD Place, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). Film ini langsung menarik minat karena mengangkat kisah pernikahan dengan pendekatan berbeda, lebih hangat, realistis, dan tanpa konflik klise yang berlebihan.
Mengusung tema rumah tangga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, film ini mencoba melawan stigma negatif tentang pernikahan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Alih-alih menghadirkan drama penuh konflik, Kupilih Jalur Langit justru menonjolkan perjalanan emosional pasangan dengan cara yang lebih jujur dan menyentuh. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Produser Manoj Punjabi menjelaskan bahwa pemilihan Emir Mahira dan Zee Asadel sebagai pemeran utama bukan tanpa alasan. Keduanya dinilai mampu menghadirkan karakter ustaz muda dan pasangan yang terasa nyata di kehidupan sehari-hari.
“Saya kira sangat tepat. Kami ingin sosok yang muda, tetapi tetap memiliki wibawa. Zee dan Emir pas dengan karakter ustadz muda itu. Akting mereka terasa sangat natural, seperti kejadian sehari-hari. Jadi menurut saya, casting-nya tepat,” ujar Manoj sat konferensi per di Jakarta pada Senin, 30 Maret 2026.
Cerita film ini sendiri diadaptasi dari konten TikTok yang sempat viral. Penulisnya, Eliza Syifa, mengungkapkan bahwa kisah tersebut terinspirasi dari pengalaman nyata di lingkungan pertemanannya.
“Kisah ini berasal dari cerita teman dalam satu lingkaran pertemanan. Tujuannya ingin menekankan bahwa jangan pernah takut untuk menikah,” ujar Eliza yang mengikuti konferensi pers secara daring.
Menariknya, film ini tidak menghadirkan sosok antagonis seperti kebanyakan cerita rumah tangga pada umumnya. Hal ini justru menjadi kekuatan utama yang membuat cerita terasa lebih realistis dan dekat dengan penonton.
“Di tengah narasi ‘marriage is scary’, cerita ini justru ingin menunjukkan bahwa kita tidak perlu takut dengan masa lalu. Yang menarik, tidak ada tokoh antagonis. Biasanya ada konflik seperti perselingkuhan atau pasangan yang tidak bisa move on, tapi di sini tidak ada itu,” jelasnya.
Sutradara Archie Hekagery menambahkan bahwa proses adaptasi film dilakukan dengan sangat serius, mengingat cerita aslinya sudah memiliki basis penggemar yang besar di media sosial. Ia juga memastikan film ini tetap menghadirkan unsur hiburan yang ringan.
“Ceritanya sudah sangat viral dan punya banyak penggemar, jadi kami menggarapnya dengan serius agar tidak mengecewakan. Film ini juga punya unsur komedi yang ringan dan hangat,” kata Archie.
Menurut Archie, meskipun film ini memiliki nuansa religi, kekuatan utamanya justru terletak pada tema yang universal. Cerita tentang hubungan suami istri dinilai bisa dirasakan oleh banyak orang dari berbagai latar belakang.
“Kalau dibilang religi, sebenarnya kekuatan film ini ada pada temanya yang universal. Semua orang bisa relate dengan cerita suami-istri. Harapannya, film ini tidak membuat orang takut menikah, justru menunjukkan bahwa pernikahan itu indah,” ujarnya.
Dari sisi pemain, Emir Mahira mengaku memiliki pengalaman tersendiri saat mendalami karakter Furqon. Dengan waktu persiapan yang terbatas, ia memilih pendekatan yang lebih personal untuk memahami perannya sebagai ustaz muda.
“Kebetulan kalo dari aku Emir ya untuk masuk ke dalam karakter Furqon ini berhubung waktunya itu sangat sempit sebenernya ya untuk aku bisa meriset gimana caranya bisa menjadi seorang ustaz. Aku berpikir caranya tuh gimana yang palign bisa deket sama agama ya aku akhirnya mencoba untuk mencari kenyamanan di dalam salat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses tersebut membuatnya menemukan makna baru dalam ibadah.
“Bagi aku salat itu menjadi sesuatu yang sangat insyaAllah udah jadi kebutuhan bagi aku karena itu bentuk mediatasi dan bentuk antara ibadahku dengan Allah dan juga kebetulan sutradara kita Mas Archie ini bisa membuat agama sangat hangat.”
“InsyaAllah hubungan Ustaz Furqon dengan Allah adalah sesuatu kebutuhan JUGA bagi Emir.”
Sementara itu, Zee Asadel merasa memiliki kedekatan emosional dengan karakter Amira yang ia perankan. Ia melihat sosok Amira sebagai pribadi yang selalu mencoba melihat sisi positif dalam setiap keadaan.
“Amira ini either dia sebetulnya bukan nggak tau apa-apa ya tapi dia ini orang yang bisa ngeliat sisi positif banget gitu mungkin aku seperti itu,” ungkap Zee.
“Yang bikin aku merasa deket dengan karakter amira ini karena aku rasa aku adalah orang yang cukup seperti Amira gitu yang bisa segitu mengekspresikan dirinya sampai kalo misalnya ada sesuatu yang berat di dia, dia juga nggak langsung ngeliat itu dari negatif way dulu gitu,” tandasnya.