3 Hal yang Mempengaruhi Keberhasilan Bedah Jantung: Pentingnya Pencahayaan Ruang Operasi
Dalam dunia medis, keberhasilan tindakan operasi bukan hanya ditentukan oleh keterampilan tenaga medis, tetapi juga oleh faktor pendukung seperti sistem pencahayaan ruang operasi.
Keakuratan visual dan kenyamanan tim bedah menjadi aspek krusial, terutama dalam prosedur yang berdurasi panjang seperti bedah jantung, toraks, dan pembuluh darah. Scroll lebih lanjut yuk!
Operasi jenis ini identik dengan tiga hal: lapangan operasi yang harus terang benderang, keterlibatan lebih dari satu operator di meja bedah, serta risiko radiasi bagi pasien.
Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pencahayaan yang mampu memberikan visibilitas optimal tanpa mengorbankan kenyamanan maupun efisiensi kerja selama prosedur berlangsung.
Sebagai solusi terhadap kebutuhan tersebut, sistem pencahayaan operasi yang menggabungkan teknologi Light Emitting Diode (LED) hemat energi dengan desain ergonomis dan modularitas tinggi.
Pencahayaan New Polaris Surgical Light dari Dräger Indonesia ini dirancang untuk menghadirkan visibilitas presisi bagi dokter bedah, mendukung efisiensi energi, kenyamanan tenaga medis, serta mengurangi paparan radiasi bagi pasien.
“Kami memahami betapa pentingnya menjaga kualitas pencahayaan di ruang operasi untuk mendukung ketepatan dan kenyamanan tindakan medis. Melalui kemajuan teknologi medis yang terus dikembangkan, Dräger mempersembahkan New Polaris Surgical Light bagi dunia medis tanah air. Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis, tetapi juga memberikan keamanan bagi pasien,” ungkap Ratna Kurniawati, Managing Director Dräger Indonesia.
Menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai lebih dari 877 ribu kasus. Pada kondisi berat seperti penyakit katup jantung parah hingga penyumbatan arteri koroner signifikan, tindakan bedah dengan tingkat presisi tinggi menjadi mutlak diperlukan.
Ketua Perhimpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (HBTKVI), Dr. dr. Prasetyo Edi, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS, S.H., M.H., MBA, menjelaskan, “Dalam operasi jantung dan pembuluh darah, biasanya operator yang bertugas bisa lebih dari satu orang. Potensinya, kepala operator dapat menutupi objek operasi," ujarnya.
Bagi pasien, teknologi ini memberikan manfaat signifikan dengan mengurangi paparan radiasi serta menghadirkan Color Rendering Index (Ra) 99, yang membuat pencahayaan sangat mendekati warna alami jaringan tubuh. Hal ini membantu dokter membedakan struktur anatomi dengan lebih akurat dan mencegah kelelahan mata operator berkat fitur gradasi pencahayaan yang dapat diatur secara bertahap.